KEPMI Bone Masuki Babak Baru, Muh. Khaidir Mu’tashim Terpilih Ketua Umum 2026–2028

Ketgam: Ketua Umum terpilih DPP KEPMI Bone periode 2026–2028, Muh. Khaidir Mu’tashim (memegang map hijau) usai ditetapkan dalam Kongres XXI KEPMI Bone di Makassar, bersama sejumlah kader dan panitia kongres.

ENEWS, MAKASSAR ••》Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (KEPMI) Bone resmi memasuki babak baru kepemimpinan setelah Muh. Khaidir Mu’tashim ditetapkan sebagai Formatur Ketua Umum DPP KEPMI Bone periode 2026–2028 dalam Kongres XXI yang digelar di Makassar.

Kongres XXI KEPMI Bone mengusung tema “Revitalisasi KEPMI Bone: Sinergi dan Integritas Menuju Lembaga yang Progresif dan Berdaya Saing.” Forum tersebut menjadi agenda penting organisasi dalam menentukan arah gerak serta kepemimpinan baru.

banner 728x250

Rangkaian kongres berlangsung di beberapa lokasi, mulai dari seremoni pembukaan di AAS Building, persidangan di Gedung Guru Jusuf Kalla dan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, hingga penutupan di Gedung LPTQ Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Demisioner Ketua Umum DPP KEPMI Bone Dr. Andi Ilham Samanlangi, perwakilan Pemerintah Kabupaten Bone, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, serta dibuka secara resmi oleh Direktorat Jenderal Hortikultura sebagai representasi Menteri Pertanian Republik Indonesia.

Dalam forum kongres, sejumlah isu strategis menjadi pembahasan kader, mulai dari penguatan kaderisasi, pengembangan lembaga otonom, penguatan hubungan antar komisariat dan cabang, hingga peran KEPMI Bone dalam menjawab persoalan sosial dan pendidikan.

Ketua Umum terpilih, Muh. Khaidir Mu’tashim, menyampaikan komitmennya untuk membawa KEPMI Bone menjadi organisasi yang lebih progresif dan adaptif menghadapi tantangan zaman.

“KEPMI Bone harus menjadi rumah besar kader yang mampu melahirkan gagasan, menjaga solidaritas, dan hadir memberikan kontribusi nyata bagi daerah. Kami ingin membangun organisasi yang lebih terintegrasi, progresif, dan tetap berpegang pada nilai-nilai budaya Bone,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara DPP, DPK, dan DPC agar gerak organisasi lebih kolektif dan efektif.

“Ke depan kami akan mendorong pola komunikasi yang lebih baik antar tingkatan organisasi agar KEPMI Bone tetap solid dan mampu menjawab tantangan kaderisasi maupun perkembangan sosial,” tambahnya.

Selain pergantian kepemimpinan, kongres juga menyoroti semangat baru kader melalui istilah “DIGITAL” yang merupakan akronim dari Disiplin, Giat, dan Total. Nilai tersebut mulai berkembang dalam ruang-ruang diskusi kader sebagai semangat membangun karakter organisasi yang aktif dan bertanggung jawab.

Di sisi lain, nilai budaya Bugis Bone seperti getteng, lempu, ada tongeng, dan temmappasilaingeng tetap dipandang sebagai fondasi moral organisasi dalam menjaga marwah KEPMI Bone.

Dengan berakhirnya Kongres XXI, KEPMI Bone diharapkan mampu terus menjadi ruang kaderisasi, pengabdian, dan lahirnya gagasan kritis mahasiswa Bone dalam mendukung pembangunan daerah. (Red)





Tinggalkan Balasan