DPK KEPMI Bone La Pawawoi UNM Latih Kader Advokasi Berbasis Nilai Bugis

Foto: Peserta Training Advokasi DPK KEPMI Bone La Pawawoi UNM berfoto bersama usai kegiatan di Pantai Tanjung Bayang, Makassar, Minggu (3/5/2026). Pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas advokasi kader berbasis nilai kearifan lokal Bugis. (Red)

ENEWS, MAKASSAR ••》DPK KEPMI Bone La Pawawoi UNM menggelar Training Advokasi pada 1–3 Mei 2026 di Pondok Aras, Tanjung Bayang, Makassar. Kegiatan ini diikuti kader sebagai upaya memperkuat kapasitas advokasi sekaligus penanaman nilai kearifan lokal Bugis.

Mengusung tema “Mengonstruksi Kader dalam Pemahaman Advokasi yang Kritis untuk Mengaktualisasikan Nilai Getteng Ri’ada Lempu Ri’gau di Era 5.0”, pelatihan difokuskan pada penguatan kemampuan analisis isu, manajemen aksi, serta pemahaman dasar advokasi.



Selama tiga hari, peserta menerima materi terkait konsep advokasi, teknik analisis kebijakan, strategi gerakan mahasiswa, hingga simulasi aksi.

Metode yang digunakan meliputi diskusi kelompok, studi kasus, dan simulasi untuk mendorong pola pikir kritis dan solutif.

Koordinator Steering, Andi Aso Tenritatta, mengatakan kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga pembentukan karakter kader.

“Training ini menekankan keberanian bersikap, keteguhan prinsip, dan kejujuran dalam bertindak. Nilai getteng, lempu, dan ri’gau harus menjadi dasar dalam setiap gerakan advokasi,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Ia menambahkan, di tengah tantangan era 5.0, kader mahasiswa dituntut mampu merespons persoalan sosial secara kritis, terukur, dan tetap berpegang pada nilai lokal.

Selain itu, peserta juga didorong memahami peran mahasiswa sebagai agen kontrol sosial yang mampu mengawal kebijakan publik secara konstruktif dan berintegritas.

Kegiatan ini diharapkan melahirkan kader advokasi yang tidak hanya memiliki kapasitas intelektual, tetapi juga berkarakter kuat serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam setiap gerakan. (Redaksi)





Tinggalkan Balasan