ENEWS BONE •• Dalam Rangka menyemarakkan Hari Jadi Bone (HJB) ke-693 Tahun 2023, Pemerintah Daerah Kabupaten Bone menggelar acara Jalan Santai.
Peserta Jalan Santai dilepas langsung oleh Bupati Bone A. Fahsar M. Padjalangi didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Bone Hj. Kurniaty A. Fahsar di Jalan Petta PonggawaE, Kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Senin, (1/5/2023).
Masyarakat Bone terpantau tumpah ruah di Lapangan Merdeka dan sekitarnya, dari Kota Watampone dan desa-desa di Kabupaten Bone.
Bupati Bone menuturkan peringatan Hari Jadi Bone yang memakan waktu agak panjang sebagai bentuk kecintaan dan kebanggan kepada tanah dan kebudayaan Kabupaten Bone. Salah satunya dengan Jalan Santai yang diikuti ribuan masyarakat Kabupaten Bone.
“Ini adalah pesta kita semua dan menunjukkan kebanggan dan kecintaan kita kepada daerah Kabupaten dan kebudayaan Bone yang memang kita dikenal sebagai daerah The Soul of Bugis,” kata Bupati Bone.
Namun, kegiatan Jalan Santai ini menuai polemik. Proses pengundian Doorprize jalan sehat sempat terganggu dengan adanya peserta yang protes terkait sistem pembagian kupon.
Seorang guru bernama Azis bahkan menghampiri panitia sebagai bentuk protes atas ketidak adilan yang dirasakan usai mengkuti jalan sehat dari titik star hingga finish.
“Mari kegiatan ini dikerja secara profesional sama rata, sama rasa. Kita sudah sesuai permintaan dan prosedur sudah jalan, dan setelah sampai tidak ada,” ungkapnya.
Melihat hal itu, Kadis Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Bone Barham mengambil mic dan mengatakan bahwa panitia telah menyiapkan 10 ribu kupon untuk peserta jalan sehat.
“Tidak ada panitia yang menyimpan kupon tapi kalau masyarakat sendiri yang rakus, yang mengambil lebih dari satu kupon itu kurang ajar,” tegasnya.
Pernyataan itu pun memantik ketersingungan warga Bone. Apalagi, saat Barham menyatakan hal tersebut sempat terekam kamera peserta dan beredar luas di media sosial.
Pernyataan Barham saat di lokasi Jalan Santai tersebut mendapat tanggapan dari anggota DPRD Kabupaten Bone. Ketua Komisi I DPRD Bone, H Saipullah Latief menantang Barham untuk menarik ucapannya.
“Tentunya kita tantang agar kenarik ucapannya. Karena kata masyarakat itu artinya luas,” ungkapnya.
Legislator Asal Kecamatan Lappariaja itu melanjutkan, jika ucapan tak ditarik maka Bahram bisa dihukum oleh masyarakat.
“Kalau dia tidak tarik ucapannya siap-siap dihukum oleh masyarakat,” kunci Saipullah.
Legislator Partai Gerindra, Fahri Rusli juga melayangkan kritikan terkait kesiapan panitia dalam melaksanakan kegiatan jalan sehat tersebut.
“Di sini yang pantut dipertanyakan bagaimana manajemen kepanitiaan, bukan masyarakat. Kupon ini tidak mungkin keluar kalau bukan dari panitia,” ungkapnya.
Dengan viralnya hal tersebut, Barham pun memohon maaf atas pernyataan yang telah dilontarkannya.
“Saya tidak bermaksud menyatakan hal yang membuat ketersingungan. Saya bermaksud membela peserta yang tak punya kupon. Saya akui saya salah dalam memilih diksi dalam kata-kata saya hingga pemaknaannya menjadi ambigu. Saya nyatakan memohon maaf dan saya tarik kata-kata itu,” ucapnya ke Enewsindonesia.com melalui sambungan telpon Whatsapp.
Barham menambahkan, terkait kerancuan dalam manajemen pembagian kupon oleh panitia pelaksana, dirinya tak tahu menahu.
“Saya tak tahu kalau rancu dalam pembagian kuponnya. Saya kira sudah tertata dengan baik. Seperti dibagikan ke instansi-intansi dan semacamnya. Intinya saya memohon maaf dan saya menarik kata-kata dan salah memilih diksi pagi tadi di hadapan masyarakat Bone,” kuncinya. (Min)







Pakai kupon online, sy jg tdi tdk dapat kupon.