ENEWS, MAKASSAR ••》Kapolsek Manggala Kompol Samuel Toolongan mengungkap pola baru peredaran narkoba yang kini semakin sulit terdeteksi.
Para pelaku disebut lebih sering menggunakan komunikasi melalui telepon dan sistem “tempel” untuk menghindari pengawasan aparat.
Hal itu disampaikan Samuel saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bertema “Lorongku Bersinar Keluarga Bebas Narkoba” yang digelar Masyarakat Anti Narkotika Indonesia (MAKI) Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Kecamatan Manggala di Aula Kantor Kecamatan Manggala, Makassar, Rabu (10/6/2026).
Menurut Samuel, pelaku kini tidak lagi melakukan transaksi secara langsung di tempat ramai. Mereka memilih lokasi yang sepi dan minim aktivitas warga untuk menjalankan aksinya.
“Pelaku kejahatan selalu melihat situasi dan kondisi di lapangan. Mereka mencari lokasi yang minim pengawasan untuk bertransaksi,” katanya.
Ia menjelaskan, salah satu modus yang banyak digunakan adalah sistem tempel. Dalam metode ini, transaksi disepakati melalui telepon atau aplikasi pesan, kemudian barang ditinggalkan di lokasi tertentu tanpa pertemuan langsung antara penjual dan pembeli.
“Barang ditempel di tempat yang sudah disepakati. Cara ini sering digunakan untuk menghindari pertemuan langsung dan menyulitkan pengawasan,” ujarnya.
Karena itu, Samuel mengajak masyarakat untuk lebih aktif mengawasi lingkungan dan segera melaporkan aktivitas yang mencurigakan.
Menurutnya, keterlibatan RT, RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, Babinsa dan Bhabinkamtibmas sangat penting untuk mempersempit ruang gerak pelaku narkoba.
“Kami membutuhkan dukungan masyarakat agar peredaran narkoba bisa ditekan,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kaur Narkoba Polrestabes Makassar AKP Ahmad mengungkapkan bahwa hingga pertengahan 2026 pihaknya telah menangani lebih dari 250 kasus narkotika di wilayah hukum Polrestabes Makassar.
Sementara sepanjang 2025, jumlah tersangka kasus narkotika yang ditangani mencapai lebih dari 800 orang, terdiri atas pengguna, pengedar hingga bandar.
Pembina MAKI Sulsel, Yusri Maliang, mengatakan sosialisasi P4GN merupakan upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba.
Senada, Ketua MAKI Sulsel Hidayat Akbar menegaskan bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Peredaran narkoba terus berkembang mengikuti zaman. Karena itu kewaspadaan masyarakat juga harus ditingkatkan,” kata Hidayat. (Balqis Syahrani)






