Jembatan Desa Tapua Polman Terputus, 1000 KK Terdampak

Foto: Babinsa dan Babinkamtibmas, Plt. Kepala Dinas BPBD Polman, Faizal Katohidar (tengah) saat melakukan pemantauan jembatan putus di Desa Tapua, Polman.

ENEWS, POLMAN 》Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, mengakibatkan air sungai Sunni di Desa Tapua, Kecamatan Matangnga meluap hingga merusak jembatan penghubung antar dusun, pada Rabu (21/5/2025) sekira pukul 15:30 Wita sore.

Jembatan penghubung antara Dusun Alla Mambu dan Dusun Tapua itu memiliki panjang sekitar 35 Meter dan Lebar 6 meter terputus dan terbawa arus air sehingga tidak dapat dilalui.



Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polman, Muh Faizal Katohidar, mengatakan saat ini pihaknya bersama TNI-Polri dan masyarakat sekitar gotongroyong membuat rakit dari batang bambu sebagai akses sementara warga untuk menyeberangan sungai.

“Kendalanya debit air cukup deras sehingga masyarakat menggunakan akses jalur alternatif jembatan gantung di Dusun Salukambu walau lokasi jalur alternatif tersebut terbilang sedikit jauh,” ujarnya, Kamis (22/5/2025).

Menurut Faizal, akibat dari peristiwa ini ada sekitar seribu KK yang terdampak dalam peristiwa ini yang tersebar di empat dusun yakni Dusun Tapua, Dusun Sepang, Dusun Pasendan dan Dusun Pamaung.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka, hanya saja mereka merasakan dampak akibat putusnya jembatan penghibung antar dusun itu,” jelasnya.

“Puluhan hektar sawah dan perkebunan rakyat dengan Tanaman coklat, nilam dan durian yang berada disepanjang bantaran sungai rusak dan satu ekor ternak sapi milik salah satu warga Dusun Tapua hanyut terbawa air akibat banjir,” tambahnya.

Ia menjelaskan, putusnya jembatan penghubung antar dusun ini juga mengakibatkan proses belajar mengajar di wilayah tersebut menjadi terganggu.

“Akibat akses jembatan terputus, dua sekolah terpaksa menggunakan salah satu rumah warga di Dusun Alla Mambu untuk proses belajar mengajar sementara waktu,” kata Faizal.

Ia menambahkan saat ini pihaknya terus melakukan asesmen awal terhadap dampak bencana serta berkoordinasi dengan aparat setempat.

(Hasbi Waluyo)





Editor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan