Ini Tujuan Jokowi Galakkan Program Pompanisasi

Foto: Presiden RI Joko Widodo didampingi Mentan Amran Sulaiman saat berbincang bersama petani di Desa Jaling, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Sulsel, Kamis 4 Juli 2024. (Dok. Enews Indonesia)

ENEWS BONE •• Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja di sejumlah daerah di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Kamis 4 Juli 2024.

Sekira pukul 11.00 Wita, Jokowi tiba di bandara Arung Palakka, Kabupaten Bone, lalu melanjutkan perjalanan darat ke Desa Jaling, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone untuk meninjau lokasi pertanian di daerah tersebut.



Di Desa Jaling, Jokowi meninjau program pompanisasi sawah tadah hujan. Jokowi disambut antusias masyarakat setempat.

Jokowi menjelaskan, salah satu tujuan pompanisasi ini untuk mengantisipasi gelombang panas yang diramal bakal terjadi beberapa bulan mendatang.

Menurutnya, pemasangan pompa untuk mengairi sawah supaya produktivitas terjaga.

“Sekarang kita pasang pas masih hujan deras tidak apa-apa ini persiapan, karena semua negara mengalami kekeringan mengalami penurunan produktivitas berasnya, sehingga kita ndak mau, dan dikejar dengan cara pompanisasi,” jelas Jokowi saat mengunjungi Kabupaten Takalar, Jumat (5/6/2024).

Dijelaskannya, dengan kegiatan pompanisasi atau pemberian pompa untuk irigasi sawah, tujuannya agar lahan pertanian masih bisa berproduksi saat kekeringan terjadi. Menurutnya, petani yang panen biasanya cuma sekali, dengan pompanisasi akan menjadi 2-3 kali panen.

“Ini akan meningkatkan produktivitas. Petani tadi menyampaikan di sini hanya panen sekali, padahal tanahnya subur karena airnya nggak ada, sehingga dengan pompa ini, ini sudah nanam yang kedua. Kita harapkan nanti bisa masuk ke penanaman yang ketiga,” ungkap Jokowi.

Jokowi berharap pompanisasi yang juga banyak dipasang di daerah lumbung pangan macam Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Lampung bakal meningkatkan produktivitas panen petani minimal 2 kali setahun.

Diketahui, luas lahan yang dikunjungi Jokowi di Kabupaten Bone yakni 2.7000 Ha namun keseluruhan yakni 119.278 Ha dan membutuhkan 300 unit pompa air.

Sedangkan alokasi alsintan untuk Kabupatem Bone sejak tahun 2019 hingga 2024 yaitu: Cultivator 95 unit, pompa air 603 unit, traktor crawler 2 unit, hand sprayer 10.380 unit, traktor roda empat 101 unit, traktor roda dua 572 unit, transplanter 11 unit, kendaraan roda tiga 8 unit. (Lee)





Tinggalkan Balasan