Gubernur Suhardi Duka Komitmen Tekan Angka Putus Sekolah di Sulawesi Barat

Foto: Gubernur Sulbar, Suhardi Duka kunjungan ke Gedung Gabungan Dinas Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat

ENEWS, MAMUJU  ••》 Angka anak usia sekolah yang tidak lagi mengenyam pendidikan di Sulawesi Barat disebut masih tinggi dan mencapai puluhan ribu.

Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta berpengaruh terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

banner 728x250

Gubernur Suhardi Duka menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menekan angka putus sekolah di Sulbar. Hal itu disampaikannya saat ditemui di sela agenda kunjungan ke Gedung Gabungan Dinas Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (13/01/2026).

Menurut Suhardi, langkah awal yang akan dilakukan adalah mengidentifikasi secara jelas akar persoalan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kemungkinan ketimpangan antara jumlah lulusan SMP dengan daya tampung SMA dan SMK.

“Pertama, kita cari masalahnya. Saya belum mendapatkan laporan yang jelas terkait jumlah bangku yang tersedia di SMP kelas 3 dengan bangku yang tersedia di SMA dan SMK. Kalau itu selisih, berarti salah satu penyebabnya adalah persoalan sarana,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila ketersediaan bangku dinilai seimbang, maka penyebabnya bisa berasal dari faktor lain seperti kondisi ekonomi keluarga, persoalan mental, maupun faktor sosial budaya.

“Kalau semuanya itu bisa kita ketahui, barulah kita bisa mengambil kebijakan apa yang akan kita jadikan model intervensi,” sambungnya.

Mantan Bupati Mamuju dua periode itu juga menekankan pentingnya validasi data terkait jumlah anak putus sekolah beserta penyebabnya. Ia menegaskan persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

“Itu adalah masalah yang tidak boleh dibiarkan terus menerus seperti itu. Harapannya, upaya untuk meningkatkan IPM kita bisa kita baikkan. Walaupun di tahun 2025 IPM kita naik satu poin, tapi kita harap bisa naik terus menerus mencapai 75 atau 76,” harapnya. (*)