ENEWS, BANTAENG ••》Pagi di BTN Nelayan Birea, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng, mendadak berubah mencekam. Seorang pria ditemukan tewas bersimbah darah di teras rumahnya, Selasa (2/9/2026).
Korban diketahui bernama Rudi Dg Bella.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh istrinya yang baru pulang setelah melayat. Setibanya di rumah, sang istri mendapati Rudi sudah tidak bernyawa di teras.
Pemandangan itu sontak mengundang kepanikan. Warga sekitar berdatangan dan situasi di kawasan permukiman tersebut seketika ramai.
Informasi awal yang dihimpun menyebutkan, tubuh korban diduga mengalami sejumlah luka akibat benda tajam. Bahkan, jumlah luka disebut mencapai sekitar 21 tusukan.
Namun, kepastian mengenai jumlah dan jenis luka masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.
Tak lama setelah kejadian diketahui, jajaran Satreskrim Polres Bantaeng bergerak melakukan penyelidikan.
Tim yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Bantaeng AKP Andi Aldiansyah, bersama personel Resmob, kemudian melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku.
Hasilnya, polisi berhasil mengamankan seorang tersangka yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.
Meski demikian, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang menyebabkan Rudi kehilangan nyawa.
Petugas juga melakukan penanganan tempat kejadian perkara, mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi untuk mengurai kasus tersebut.
Kematian Rudi meninggalkan tanda tanya besar bagi warga BTN Nelayan Birea.
Bagaimana peristiwa itu terjadi? Apa motif di balik dugaan pembunuhan tersebut? Dan apa hubungan korban dengan tersangka?
Pertanyaan-pertanyaan itu kini menjadi bagian dari penyelidikan polisi.
Pihak kepolisian masih perlu memastikan seluruh fakta berdasarkan hasil olah TKP, keterangan saksi, barang bukti, serta pemeriksaan terhadap tersangka.
Kasus ini pun menjadi perhatian masyarakat Bantaeng. Warga berharap polisi segera mengungkap secara terang kronologi dan motif di balik kematian Rudi Dg Bella.
Hingga berita ini ditulis, penyelidikan masih berlangsung.
Jurnalis: Ismail L






