banner 728x250

Gabungan Advokad SALAM Resmi Laporkan Kasus Pengeroyokan Relawan di Doripoku

ENEWSINDONESIA.COM — Aksi pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh tim paslon nomor urut 3 pasangan Yaumil Ambo Djiwa – Herny Agus Ambo Djiwa, terhadap Relawan Nomor Urut 1 Muhammad Saal – Musawir Az Isham (SALAM) saat melakukan sosialisasi pembagian Alat Peraga Kampanye (APK) sarung di Desa Tammarunang dan Saptanajaya, Kecamatan Doripoku Kabupaten Pasangkayu, kemarin Rabu, (2/12/2020). Hari ini resmi dilakukan pelaporan oleh korban di Polsek Sarudu dan didampingi oleh kuasa hukum pasangan calon nomor urut 1 SALAM.

Tim Advokasi Hukum Pasangan Calon (Paslon) SALAM mengecam tindakan kekerasan (Pengeroyokan) yang diduga dilakukan oleh pihak tim paslon nomor urut 3 (tiga). Demikian disampikan langsung oleh salah satu Kuasa Hukum Tim Relawan Perubahan Paslon Nomor urut 1 SALAM, Saiye Ismail Ali SH, yang mengecam terjadi aksi pemukulan oleh oknum, kelompok yang tidak bertanggungjawab yang terjadi di Kecamatan Duripoku, Rabu (2/12/2020).

banner 728x250

”Kami dari tim kuasa hukum, tentunya mengecam tindakan reprensif atau tindakan kekerasan yang berujung indikasi tindak pidana adanya penganiayaan terhadap relawan perubahan SALAM,” ujarnya.

Selain mengecam, lanjut Saiye Ismail Ali, pihaknya juga akan mengambil langkah-langkah hukum dengan melaporkan siapapun oknum yang telah melakukan tindakan kekerasan kepada tim Relawan SALAM yang bekerja di lapangan.

”Kami akan laporkan. Sebab relawan SALAM yang bekerja di lapangan menurut kami, itu sudah sesuai dengan Standar Operasional (SOP) di lapangan dan itu juga sudah di atur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) terkait sosialisasi Paslon,” jelasnya.

Disampaikan bahwa, informasi adanya tindakan kekerasan yang dialami oleh salah seorang tim SALAM saat membagikan APK berupa sarung di wilayah Duripoku.

“Tim SALAM sudah bekerja sesuai aturan yang ada, sehingga apapun kejadian yang ada tindak pidana, kami akan segera melaporkan itu,” tegas Kuasa Hukum jebolan UI itu.

Kuasa Hukum dari kantor Law Firm HJ BINTANG & PARNERS ini, meyakini apa bila tidak ada respons cepat dari pihak berwajib dan dilakukan pembiaran tentu akan terulang lagi.

“Pilkada ini, kita ingin berjalan dengan baik, maka kami berharap agar pihak aparat juga merespon cepat, jangan ada pembiaran sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” pungkasnya. | HH.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *