Cerita Warga Lattekko, Bawa Granat Nanas Aktif Hendak Dijadikan Asbak Rokok

Foto: Warga Desa Lattekko, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone beramai-ramai menyaksikan Disposal granat nanas. (Dok. Enews)

ENEWSINDONESIA.COM, BONE ▪︎ Penemuan granat nanas peninggalan zaman penjajahan di Desa Lattekko, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) mempunyai cerita lucu sekaligus menegangkan. Diketahui, granat nanas tersebut ditemukan oleh warga setempat bernama Mansur pada Senin (20/5/2024) lalu.

“Saya pergi buang sampah, saya temukan di tepi sungai. Awalnya saya kira besi biasa jadi saya sempat cuci di sungai. Setelah saya tahu ternyata granat, baru saya lapor tadi (keesokan harinya. Red) ke polisi,” ungkap Mansur kepada Enewsindonesia.com, Selasa (21/5/2024).

banner 728x250      
 

Saat dilakukan Disposal dengan alat khusus oleh Unit Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Sulsel warga setempat turut menyaksikan beramai-ramai peledakan granat tersebut.

“Dalam hitungan mundur granat ini akan kami ledakkan, diharap kepada warga untuk menjauh. 5, 4, 3, 2, 1,” teriak salah seorang Unit Jibom mengomandoi peledakan granat nanas tersebut sekira Pukul 18.00 Wita tak jauh dari lokasi ditemukannya.

Suara dentuman menggema memenuhi seluruh kampung yang terkenal dengan kuliner gogosnya itu saat granat tersebut diledakkan. Terlihat percikan api di kegelapan tempat granat nanas itu diledakkan. Warga dan semua yang rurut menyaksikan berlindung di balik pepohonan dan semak-semak di sekitarnya.

Setelah diledakkan, salah seorang warga berteriak, “Siapa bilang bom itu tidak aktif, lihat itu, kita semua hampir mati kemarin”.

Lalu muncul pula Kepala Desa Lattekko, Syamsir dari balik semak-semak dan mengatakan, “Aduh, hampir saja kita celaka kemarin”.

Jurnalis Enewsindonesia.com pun penasaran dengan pernyataan warga setempat tersebut. Saat dikonfirmasi terkait hal itu Kades Lattekko mengungkapkan bahwa granat nanas tersebut sempat dibawa oleh warga ke salah satu bengkel motor di desa tersebut.

“Nyaris kami celaka, warga beranggapan bahwa itu bom tidak aktif. Mereka bawa kebengkel dan berniat membelah granat itu menjadi dua dengan Gurinda (alat pemotong besi),” ungkap Syamsir sambil terbahak kepada Enewsindonesia.com.

Kata Syamsir, rencananya warga yang menemukan granat tersebut hendak dijadikan asbak rokok.

“Mau dibelah untuk dijadikan asbak rokok. Tapi salah seorang warga kemudian mengurungkan niatnya lalu memfoto granat tersebut lalu menanyakan ke seorang polisi kenalannya. Spontan polisi tersebut kaget lalu mengarahkan warga untuk kembalikan ke tempatnya sembari mengabarkan ke tim Brimob,” jelasnya.

Sementara itu Kasubden Jibom, AKP Syamsuddin yang memimpin langsung proses penanganan temuan granat di Dusun Takkalu Desa Lattekko itu menjelaskan akan melakukan penyisiran lebih lanjut di sekitar lokasi kejadian.

“Tadi sudah kami musnahkan dengan cara BIP (Blow In Place) atau diledakan di tempat karena kondisi granat yang sudah tidak bisa dipisahkan serta areanya yang memungkinkan untuk dilaksanakan Disposal. Kami akan lanjutkan penyisiran di lokasi kejadian untuk memastikan jika area tersebut benar-benar aman,” tutupnya.

banner 728x250   banner 728x250  

Tinggalkan Balasan