2. Desa Trunyan, Bali
Apakah ada diantara kamu yang pernah berkunjung ke Bali ? Pulau Dewata ini tidak hanya memiliki wisata alam dan budaya saja lho ! selain mengunjungi Pura Luhur Uluwatu, Pantai Kuta, dan Pantai Sanur kamu juga bisa menemukan wisata unik di Bali yaitu Desa Trunyan. Desa ini terletak di tepi timur Danau Batur yang hanya bisa dicapai menggunakan perahu motor kecil. Wisatawan akan dibawa menyusuri lereng Bukit Abang selama kurang lebih 45 menit perjalanan. Lokasi yang terpencil dan pemandangan alam yang memanjakan mata menjadi salah satu pesona tersendiri bagi Desa Trunyan.
Ada tradisi unik yang bisa kamu saksikan di desa ini. Tradisi tersebut adalah ritual pemakaman yang sudah dilakukan turun temurun oleh penduduk lokal dan berbeda dengan ritual Ngaben yang umumnya dilakukan penduduk Bali. Pada upacara Ngaben, mayat akan melalui proses pembakaran. Namun di Desa Trunyan, mayat – mayat tersebut akan dibiarkan berada di atas permukaan tanah dangkal yang memiliki cekungan.
Dilansir dari situs indonesia.go.id, hal pertama yang dilakukan sebelum mayat disemayamkan adalah dilakukannya prosesi pembersihan menggunakan air hujan lalu kemudian dibungkus dengan menggunakan kain. Bagian kepala dari mayat tidak akan ditutup. Setelahnya mayat – mayat tersebut akan dibaringkan didalam sangkar yang terbuat dari bambu. Pada saat kondisi mayat sudah hancur, maka tulang belulangnya akan diletakkan di altar yang berada di bawah pohon suci. Ada tiga jenis tempat pemakaman yang berbeda yaitu Seme Wajah, Seme Bantah, dan Seme Muda. Seme Wajah diperuntukkan untuk penduduk yang meninggal secara wajar, Seme Bantah untuk penduduk yang meinggal tidak wajar atau mengalami kecelakaan, dan Seme Muda untuk anak – anak, bayi, dan orang yang belum menikah.
3. Lawang Sewu
Saat menyebut tempat wisata sejarah di Semarang, kebanyakan pikiran orang pasti akan mengarah pada Lawang Sewu. Lawang Sewu yang berlokasi di Jalan Pemuda, Sekayu, Kecamatan Semarang Tengah dibangun pada 27 Februari 1904 hingga selesai pada Juli 1907. Dilansir dari situs resmi Kereta Api Indonesia, dahulu Lawang Sewu digunakan oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij sebagai kantor pusat dari perusahaan kereta api swasta. Bangunan ini memiliki luas 18.232 meter persegi dan bentuk bangunan yang menyerupai huruf L. Lawang Sewu dirancang oleh arsitek dari Amsterdam bernama Prof. Jakob F. Klinkhamer dan B.J. Ouendag. Bangunan ini disebut oleh masyarakat sekitar sebagai Lawang Sewu karena memiliki jumlah pintu yang banyak. Pada tahun 1994 gedung ini kembali diberikan kepada kereta api (Perumka) yang sekarang lebih dikenal dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Salah satu cerita tentang horrornya Lawang Sewu yang paling populer adalah kemunculan mahluk halus pada acara uji nyali “Dunia Lain”. Pada acara tersebut tertangkap penampakan sesosok ruangan diujung lorong. Cerita lainnya datang dari sebuah sumur tua yang selalu dikunci setiap hari. Konon katanya kamu dapat mendengar suara – suara jeritan dari dalam sumur yang diyakini sebagai suara dari tentara Belanda. Ada pula cerita tentang penampakan Noni Belanda yang katanya kerap kali muncul setelah terdengar jeritan misterius.
Lawang Sewu sekarang telah dialihfungsikan sebagai museum yang memuat berbagai macam koleksi perkeretaapian Indonesia dari masa ke masa. Koleksi – koleksi tersebut antara lain Mesin Tik, Mesin Edmonson, dan Replika Lokomotif. Didalam museum ini kamu juga bisa menemukan perpustakaan yang berisi buku – buku tentang kereta api.






