ENEWS PEMILU •• Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melaksanakan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Peningkatan Kapasitas Pengawasan Partisipatif Gerakan Sadar Demokrasi.
Kegiatan tersebut digelar di Hotel Harper, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar dimulai pada hari Rabu hingga Kamis 11-12 September 2024.
Tujuan dan sasaran dari kegiatan tersebut adalah upaya untuk meningkatkan partisipan politik masyarakat secara luas dan mendorong terwujudnya suasana pemilihan kepala daerah yang aman, damai, tertib, dan lancar serta sesuai dengan prinsip jujur dan adil.
Kegiatan ini akan menghadirkan para narasumber seperti Abdul Karim dan Masmulyadi, SH.,M.Sc dari Asosiasi Lembaga Penelitian Sosial dan Demokrasi dan Kordinator Litbang Sulsel didampingi oleh Nurlira Goncing.
Adapun unsur peserta dalam kegiatan ini yaitu dan organisasi masyarakat Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) Sulsel, Lembaga Advokasi Pendidikan dan Anak Rakyat (Lapar) Sulsel, Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sulsel, Swadaya Mitra Bangsa Sulawesi (Yasmib), Pembela Rakyat (Perak) Sulsel, Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Netfid Sulsel serta jajaran Bawaslu Kab/Kota se-Sulsel.
Komisioner Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad memaparkan, pengawasan partisipatif penting dilakukan, terutama dalam mengawasi pemilu di ruang privat yang tidak tersentuh oleh oleh pengawas pemilu.
Apalagi kata Saiful, masyarakat merupakan pemilik kedaulatan tertinggi di negara demokrasi ini.
“Bawaslu membutuhkan kolaborasi yang kuat dengan masyarakat. Baik kelompok pemilih atau pemantau pemilu. Peningkatan kolaborasi antara Bawaslu dengan kelompok masyarakat sipil inilah yang menjadi kunci peningkatan partisipasi bersama masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap semua pihak aktif dalam mengawasi dan memantau jalannya Pilkada.
“Kami berharap semua pihak untuk memantau Pilkada agar berjalan dengan aman dan damai serta jujur dan adil,” ucapnya.
Perlu diketahui, setidaknya ada 100 lembaga swadaya masyarakat (LSM), 6 perguruan tinggi, 23 organisasi kemahasiswaan dan 9 yayasan dan lembaga riset yang telah terakreditasi di Bawaslu sebagai pemantau Pemilu 2019.
(Muhammad Jufri)






