ENEWS, BANTAENG •• Sejumlah titik di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali tergenang banjir pada Ahad 30 November 2025. Genangan air melanda Garegea, Pasar Baru, Swalayan, Terminal, Sasayya, BTN Kaili, hingga sebagian kompleks perkantoran.
Fenomena banjir tahunan ini mendapat sorotan dari Ketua LSM Team Komunitas Peduli (TKP) Bantaeng, Aidil Adha. Ia menilai banjir yang terus berulang menunjukkan lemahnya kesiapan pemerintah daerah dalam melakukan penanggulangan.
“Dalam setahun, minimal tiga kali warga dihantam banjir. Tahun ini terjadi di Juni, September, dan hari ini lagi. Bahkan yang terparah berlangsung di Garegea dan Lorong Sunyi,” ujarnya saat dikonfirmasi ENewsindonesia, Senin (1/12).
Aidil menegaskan bahwa hingga kini belum terlihat langkah konkret Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam menangani banjir, padahal masalah ini menyangkut keselamatan warga.
“Pemerintah jangan bisu. Ini persoalan urgen. Harus ada tindakan efektif dan terukur,” katanya.
Ia juga menyoroti kebijakan anggaran daerah yang dinilai tidak berpihak pada penanggulangan banjir.
Aidil menyebut anggaran besar yang dialokasikan untuk perbaikan objek wisata seperti Pantai Seruni dan Pantai Marina seharusnya bisa dialihkan untuk perbaikan drainase di Pasar Sentral dan titik sungai yang rawan meluap.
Menurutnya, penanganan banjir jauh lebih prioritas dibanding pembangunan proyek lain yang dianggap tidak mendesak.
Aidil juga mendesak DPRD Bantaeng untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menangani banjir, dan tidak asal mengesahkan proyek yang bukan menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.
“Bupati juga harus membuktikan janji bahwa Bantaeng tidak akan banjir lagi. Faktanya, tahun ini saja sudah tiga kali banjir,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah dan DPRD dapat lebih fokus mengatasi banjir tanpa mengedepankan kepentingan pribadi.
Kontributor: Ismail L






