ENEWSINDONESIA.COM, BONE –
Anggota Komisi X DPR RI, Drs. H. Andi Muawiyah Ramly, Msi (Amure) dari fraksi PKB menggandeng Direktorat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan melaksanakan Workshop Pendidikan bertajuk “Berefleksi Pada Hasil Asesmen Nasional Untuk Perbaikan Pembelajaran” pada Rabu (2/8/2023).
Kegiatan yang dihadiri kurang lebih 100 guru ini digelar di hotel Helios, Jalan Langsat, Kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Dalam sambutannya, Andi Muawiyah Ramly menyampaikan bahwa asesmen merupakan bagian dari memajukan bangsa.
“Sudah banyak program yang kami perjuangkan sebagai wakil rakyat untuk Dapil saya seperti pada tanggal 20 Juli 2023, Desiminasi Kepakaran Pembinaan Lembaga Layanan Ahli Bahasa di Bone, 22 Juli Asesmen Nasional di Maros, 2 Agustus yang kita lakukan ini, dan 3 Agustus besok ke Sinjai. Itu semua untuk memajukan pendidikan bangsa,” terang Amure sapaan akrab Andi Muawiyah Ramly.
Dia mengatakan bahwa hari ini merupakan hari ke 15 dirinya berada di Dapilnya untuk menjalakan tugasnya sebagai wakil rakyat.
“Sudah 22 ribu beasiswa kami salurkan di Bone dan sudah lebih 200 miliar beasiswa pendidikan selama menjadi wakil rakyat yang telah kami salurkan,” jelasnya.
Andi Muawiyah menekankan pendidikan karakter sangat penting dalam pengembangan SDM.
“Jadi ini kegiatan refleksi awal atau tahap 1 dan kegiatan ini akan berkelanjutan demi untuk mencedaskan anak bangsa,” katanya.
Dia berpesan bahwa guru jangan hanya jadi simbol pahlawan tanpa tanda jasa.
“Tapi harus jadi contoh. Keluhuran bangsa ini ada pada bapak ibu guru semua dalam mencerdaskan anak bangsa,” tutupnya.
Sementara, Widyaprada Ahli Utama Direktorat SMA Kementerian Pendidikan, Drs. Purwadi Sutanto Msi menjelaskan, pendidikan menentukan nasib bangsa ke depan.
“Kalau kita tidak siap dengan Sumber Daya Manusia (SDM) maka kita akan tertinggal. Mari kita bersinergi bersama,” tuturnya.
Lebih lanjut Purwadi menjelaskan, ada tri sentra pendidikan yaitu: rumah, sekolah, dan masyarakat,
“Nah, kunci utamanya ada di keluarga. Kalau di rumah baik, maka akan lebih baik di sekolah sebagai tempat tumbuh kembang, dan pintar memilih teman yang baik di masyarakat,” kata Purwadi.
“Bila pondasi di rumah tidak kuat maka di luar akan mencari teman yang seperti itu, seperti seret-seret senjata tajam sambil naik motor dan kenakalan-kenakalan remaja lainnya,” sambungnya.
Purwadi mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam pengembangan SDM bangsa, salah satunya penerapan Kurikulum Merdeka.
“P5 mencakup Pemahaman, Penerapan, Pembelajaran Bermakna, Pengembangan Karakter, dan Penilaian Berkelanjutan,” terangnya.
Dia juga berterima kasih kepada anggota Komisi X Andi Muawiyah Ramly yang terus memperjuangkan program-program pendidikan untuk bisa masuk di Sulsel.
“Beliau (Andi Muawiyah Ramly) sudah saya kenal lama. Beliau orangnya ngotot untuk memperjuangkan program-program pendidikan yang ada di pusat untuk bisa masuk ke Dapilnya demi memajukan masyarakat Bone. Bernyukur bapak ibu semua mempunyai wakil rakyat seperti beliau,” tandasnya. (Am)






