ENEWS, BONE ••》Rapat evaluasi di Kantor Kelurahan Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang, berubah panas dan berujung ricuh, Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 11.30 Wita.
Agenda resmi yang semestinya membahas evaluasi kinerja Satgas, kepala lingkungan, serta program MBG, tiba-tiba bergeser menjadi pembahasan pemilihan kepala lingkungan.
Perubahan arah rapat itu memicu penolakan keras. Empat dari lima kepala lingkungan menilai forum telah “dibajak” dari agenda awal dan keputusan yang muncul tidak melalui proses yang sah.
Usulan pemilihan disebut muncul di tengah rapat dari Kepala Lingkungan Matajang II, Andi Suardi, meski tidak tercantum dalam agenda.
Namun yang dipersoalkan, usulan tersebut justru dianggap seolah menjadi kesepakatan forum.
Kepala Lingkungan Matajang I, Berlian, menegaskan tidak pernah ada persetujuan terkait pemilihan tersebut.
“Kami memprotes keras. Tidak ada masalah di wilayah kami, tapi tiba-tiba diarahkan ke pemilihan kepala lingkungan,” ujarnya, Rabu (29/4).
Ia juga membantah klaim adanya persetujuan melalui tanda tangan peserta rapat.
“Yang kami tanda tangani itu absensi, bukan pernyataan sepakat. Jangan dipelintir,” tegasnya.
Dari lima kepala lingkungan di Manurunge, hanya satu yang mendukung usulan tersebut.
Sisanya menolak dan mempertanyakan sikap Lurah Manurunge, Samsyiar, yang dinilai terlalu cepat mengakomodasi usulan di luar agenda resmi. Insiden ini kembali menyeret nama Samsyiar ke sorotan publik.
Sebelumnya, Samsyiar juga menuai polemik setelah memberhentikan petugas kebersihan secara mendadak, baik saat menjabat sebagai lurah maupun ketika menjadi Plt Lurah Macanang.
Hingga berita ini diturunkan, Samsyiar belum memberikan klarifikasi meski telah diupayakan konfirmasi. (REDAKSI)






