ENEWS PEMILU ▪︎ Sejak penggalan percakapan dan beberapa rekaman dugaan kecurangan ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bone, Yusran Tajuddin muncul ke publik, gelombang protes bermunculan dari sejumlah pihak.
Bahkan, Yusran Tajuddin didesak untuk mundur karena dinilai membahayakan jalannya proses demokrasi di Kabupaten Bone. Apalagi saat ini telah memasuki tahap Pilkada 2024.
Ketua KPU Sulsel Hasbullah mengaku masih akan melihat duduk perkara atau kebenaran viralnya isi chat Ketua KPU Bone Yusran Tajuddin.
“Harus dilihat posisinya terlebih dulu,” kata Hasbullah, Selasa (28/5/2024).
Ia menambahkan, saat penetapan hasil Pemilu 2024, tak ada kandidat calon legislatif DPRD Sulsel keberatan dengan hasil tersebut.
“Sejauh yang kita tau tidak ada keberatan dan dirugikan pada proses penetapan kemarin terkait dengan hasil penetapan,” katanya.
Menanggapi hal itu, ketua Aliansi Pemuda Bersatu (A1), Riswan Rusandi mendesak ketua KPU Sulsel segera bertindak dan tidak masuk angin.
“Aksi yang telah kami lakukan sebelumnya yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bone hingga saat ini belum diindahkan. Mewakili A1 dengan tegas mendesak ketua KPU Sulsel segera menindak lanjuti dugaan kecurangan Yusran Tajuddin,” paparnya, Ahad (2/5/2024).
“Apabila tidak diindahkan, kami sepakat menolak Pilkada 2024 di Kabupaten Bone,” sambung Wandi sapaan akrabnya.
Selain itu, Wandi juga mendesak pihak kepolisian untuk memeriksa Yusran Tajuddin terkait pelanggaran pidananya.
“Kami akan tindak lanjuti hal ini ke ranah hukum. Diduga ada perbuatan pidana yang dilakukan Yusran Tajuddin,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, massa dari Aliansi Rakyat Bone menggelar demonstrasi terkait dugaan Ketua KPU Bone Yusran Tajuddin meminta PPK untuk menambah suara caleg tertentu.
Massa aksi mendesak agar Yusran Tajuddin dicopot dari jabatannya, Kamis (30/5/2024). (Lee)






