Ketua STIE YPUP: Alumni Mampu Bersaing di Industri

ENEWS, Makassar — Ketua STIE YPUP Makassar, Harry Yulianto, menegaskan bahwa alumni kampusnya mampu bersaing dan menduduki posisi strategis di dunia industri.

Hal itu disampaikan Harry saat membuka kuliah umum bertajuk “Digitalisasi Akuntansi dan Transformasi Bisnis di Dunia Industri: Peluang dan Tantangan Karier bagi Lulusan Akuntansi dan Manajemen” di Kampus STIE YPUP Makassar, Sabtu (24/10/2026).

banner 728x250

Harry menyebut keberhasilan Anis yang menjabat Direktur Utama PT Semen Tonasa sekaligus alumni Program Studi Akuntansi STIE YPUP Makassar menjadi bukti kemampuan lulusan kampus tersebut dalam menghadapi persaingan industri.

“Kehadiran Bapak Anis sebagai Dirut PT Semen Tonasa sekaligus alumni Prodi Akuntansi STIE YPUP Makassar membuktikan bahwa lulusan kami mampu bersaing dan memimpin di dunia industri,” ujar Harry.

Ia mengatakan, kuliah umum tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan dunia kerja, khususnya di tengah perkembangan teknologi dan transformasi bisnis.

Menurutnya, mahasiswa perlu memperkuat kompetensi digital, membangun keterampilan profesional, serta menjaga integritas dan etika dalam bekerja.

“Teknologi boleh berkembang pesat, tetapi etika dan tata kelola tetap menjadi fondasi. Lulusan STIE YPUP Makassar harus kompeten secara digital, tetapi juga berintegritas dan berkarakter,” tegasnya.

Dalam kegiatan itu, Anis membagikan pengalaman memimpin PT Semen Tonasa di tengah disrupsi teknologi. Ia menjelaskan penggunaan sistem enterprise resource planning (ERP), otomatisasi pelaporan, analitik data, dan kecerdasan buatan yang mengubah proses kerja industri semen.

Anis juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi dan data bagi lulusan akuntansi dan manajemen, tanpa mengabaikan etika profesional.

Sementara itu, dosen Prodi Akuntansi STIE YPUP Makassar, Alimin Nur Azis, membawakan materi tentang etika, tata kelola perusahaan, dan akuntansi keberlanjutan. Ia menekankan pentingnya integritas, good corporate governance, serta pelaporan keberlanjutan berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

Diskusi yang dimoderatori Syarifuddin berlangsung interaktif. Peserta membahas peluang karier, kompetensi digital, dan tantangan etika dalam transformasi bisnis.

Menutup kegiatan, Harry mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga mengembangkan keterampilan nonteknis (soft skill), memperluas jaringan, dan mencari pengalaman praktis.

Ia mendorong mahasiswa untuk terus belajar dan beradaptasi agar mampu menghadapi perubahan serta bersaing di dunia kerja.

(Muh. Jufri)





Editor: Abdul Gafur