Proyek Sekolah Rakyat Polman Capai 80 Persen, Target Rampung Agustus 2026

Foto: Kondisi Sekolah Rakyat Polman (dari atas) yang saat ini progres 81 persen pembangunan.
Foto: Kondisi Sekolah Rakyat Polman (dari atas) yang saat ini progres 81 persen pembangunan.

ENEWS, POLMAN — Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero), telah mencapai progres 81 persen. Proyek pendidikan yang menjadi bagian dari program strategis pemerintah ini ditargetkan rampung pada tanggal 25 Agustus 2026.

Direktur Pelaksana Proyek Sekolah Rakyat Polman, Achmad Darozi, mengatakan pihaknya terus mempercepat pekerjaan agar seluruh tahapan pembangunan dapat selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

banner 728x250

“Kami terus berupaya menyelesaikan pembangunan Sekolah Rakyat hingga tuntas pada 25 Agustus 2026,” ujar Achmad Darozi pada Jumat (10/7/2026).

Namun, percepatan pembangunan masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, terutama kondisi geografis lokasi proyek yang cukup menyulitkan proses distribusi material bangunan.

Menurut Darozi, akses menuju kawasan pembangunan membuat sejumlah material harus dipindahkan lebih dari satu kali sebelum tiba di lokasi kerja.

“Kita terpengaruh kondisi geografis sehingga progres pekerjaan agak terkendala. Material yang masuk ke lokasi harus didrop hingga dua kali,” jelasnya.

Sekolah Rakyat Polman dirancang sebagai kompleks pendidikan terpadu yang mencakup jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Selain ruang belajar, proyek ini juga meliputi pembangunan asrama siswa dan berbagai fasilitas pendukung. Fasilitas yang disiapkan antara lain laboratorium, kantin, sarana olahraga, rumah ibadah, serta infrastruktur penunjang lainnya yang diharapkan mampu mendukung proses belajar mengajar sekaligus kebutuhan tempat tinggal peserta didik.

“Fokus kami saat ini adalah menyelesaikan pembangunan gedung dan seluruh fasilitas yang telah direncanakan. Kami berharap seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai target sehingga sekolah bisa segera beroperasi sesuai rencana awal,” tutur Darozi.

Kendala logistik yang muncul turut memengaruhi laju pembangunan. Meski demikian, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang diproyeksikan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Polman.

Dengan sisa waktu penyelesaian sekitar satu setengah bulan, pihak kontraktor kini berpacu waktu untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan fisik yang masih berlangsung, agar sekolah dapat difungsikan pada tahun ajaran mendatang.

Meskipun optimistis target penyelesaian dapat tercapai, pemerintah daerah dan pelaksana proyek dituntut memastikan bahwa percepatan pembangunan tetap mengedepankan kualitas konstruksi dan aspek keselamatan, sehingga Sekolah Rakyat Polman benar-benar siap beroperasi saat diresmikan.

(Hasbi Waluyo)





Tinggalkan Balasan