Bone  

Ratusan Warga Bentrok dengan Polisi Saat Pengukuran Lahan Eksekusi di Bone

Ketgam: Seorang warga mencoba melakukan perlawanan saat aksi penolakan pengukuran objek lahan eksekusi di Jalan Andi Pangerang Pettarani, Kelurahan Masumpu, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Rabu (10/6/2026). (File ENews)
Ketgam: Seorang warga mencoba melakukan perlawanan saat aksi penolakan pengukuran objek lahan eksekusi di Jalan Andi Pangerang Pettarani, Kelurahan Masumpu, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Rabu (10/6/2026). (File ENews)

ENEWS, BONE ••》Bentrokan antara ratusan warga dan aparat kepolisian terjadi saat proses pengukuran objek lahan eksekusi (constatering) oleh Pengadilan Negeri Bone di Jalan Andi Pangerang Pettarani, Kelurahan Masumpu, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Rabu (10/6/2026).

Kericuhan pecah ketika sejumlah warga menolak pelaksanaan pengukuran lahan yang menjadi objek sengketa.



Massa berusaha menghalangi jalannya kegiatan sehingga memicu ketegangan dengan aparat yang melakukan pengamanan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, warga sempat melakukan aksi blokade jalan dengan merobohkan pohon.

Massa juga melempari petugas dengan batu. Situasi semakin memanas setelah jumlah warga yang berkumpul terus bertambah.

Awalnya proses pengukuran berlangsung kondusif. Namun, negosiasi antara warga dan aparat tidak mencapai kesepakatan sehingga terjadi aksi saling dorong yang berujung bentrokan.

Dalam insiden tersebut, selain pelemparan batu, juga dilaporkan terjadi pelemparan bom molotov ke arah petugas.

Untuk mengendalikan situasi, polisi menembakkan gas air mata guna membubarkan massa yang bertahan di sekitar lokasi.

Setelah kondisi berhasil dikendalikan, petugas Pengadilan Negeri Bone melanjutkan proses pengukuran lahan hingga selesai.

Kabag Ops Polres Bone, Kompol Burhanuddin, mengatakan pihaknya menerjunkan personel untuk mengamankan pelaksanaan kegiatan pengadilan sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Personel kami melakukan pengamanan agar kegiatan pengukuran objek lahan eksekusi dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Polisi juga masih melakukan pendalaman terkait rangkaian peristiwa bentrokan tersebut, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi pelemparan batu maupun bom molotov.

Meski sempat diwarnai kericuhan, proses pengukuran lahan akhirnya selesai dilaksanakan.

Hingga sore hari, situasi di lokasi berangsur kondusif dengan aparat keamanan masih disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan susulan.

Diketahui, kawasan yang menjadi objek pengukuran lahan tersebut dihuni sekitar 30 unit rumah. (Red)





Tinggalkan Balasan