ENEWS, MAJENE ••》Akses jalan penghubung tiga desa di Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kian memprihatinkan. Kerusakan parah di ruas poros Desa Seppong menuju Desa Manyamba dan Desa Awo dikhawatirkan memicu longsor susulan hingga mengisolasi warga.
Kerusakan jalan tersebut terjadi sejak pertengahan 2022 akibat curah hujan tinggi yang berlangsung beberapa hari berturut-turut. Hingga kini, kondisi jalan belum mendapat penanganan permanen.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Majene, Achsan, mengatakan pihaknya telah melakukan survei di lokasi dan tinggal menunggu proses penanganan lanjutan.
“Kami sudah melakukan survei pak, tinggal penanganan lebih lanjut. Semoga tahun ini bisa direalisasikan dan kami upayakan secepatnya,” ujar Achsan saat dikonfirmasi Enews, Jumat (22/5/2026).
Kepala Desa Seppong, Mawardi, dijonfirmasi terpisah mengaku pemerintah desa telah mengusulkan perbaikan jalan tersebut sebagai prioritas tingkat kabupaten.
“Iya, kami pemerintah desa sudah mengusulkan dan sudah dimasukkan dalam usulan prioritas kabupaten,” katanya.
Menurut Mawardi, pihak Dinas PU Majene juga telah dua kali meninjau lokasi kerusakan. Bahkan, pemerintah desa diminta bernegosiasi dengan pemilik lahan agar proses perbaikan dapat dilakukan lebih maksimal.
“PU meminta kami bernegosiasi dengan pemilik lahan karena jalan ini rencananya akan diratakan menggunakan ekskavator dan dozer supaya tidak terlalu menanjak,” jelasnya.
Sementara itu, aktivis Desa Seppong, Irwan, menilai kondisi jalan tersebut sangat mengkhawatirkan karena menjadi satu-satunya akses utama warga dari tiga desa menuju kecamatan maupun pusat kota.
“Kalau longsor kembali terjadi dan jalan ini tidak segera diperbaiki, warga di Desa Seppong, Manyamba, dan Awo bisa terisolasi,” ungkap Irwan, Kamis (21/5/2026).
Ia meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret sebelum kerusakan jalan semakin parah dan memutus akses masyarakat. (M. Kamil)






