Majene  

Walhi Sulbar Dukung Warga Majene Tolak Tambang Batu Gajah

Foto: Warga Majene menggelar aksi demobstrasi menolak tambang batu gajah. (Enews)

ENEWA MAJENE •• Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Barat (Sulbar) menyatakan dukungan penuh kepada masyarakat di Dusun Tullu Bulan Timur, Desa Tallu Banua Utara, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene terkait penolakan tambang batu gajah di desa tersebut.

Dukungan itu merupakan bentuk komitmen Walhi Sulbar dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung hak-hak masyarakat untuk mempertahankan tanah dan ruang hidup mereka.

banner 728x250

Sebelumnya, masyarakat setempat juga sempat melakukan aksi penolakan mengingat dampak yang ditimbulkan oleh tambang tersebut tidak hanya berpotensi merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kehidupan sosial-ekonomi warga.

Selain itu, kekhawatiran besar muncul terkait risiko bencana ekologis, seperti kerusakan hutan, penurunan kualitas air, dan tanah longsor yang dapat terjadi akibat eksploitasi pertambangan di wilayah tersebut.

“Kami mendukung sepenuhnya perjuangan masyarakat Dusun Tullu Bulan Timur. Upaya pengelolaan tambang batu gajah di wilayah ini hanya akan membawa kerusakan lingkungan yang parah serta menimbulkan ancaman bagi keberlanjutan kehidupan masyarakat,” kata Direktur Walhi Sulbar, Asnawi kepada Enews Indonesia, Kamis (14/11/2024).

“Kami mendesak pihak berwenang dan investor untuk menghormati hak masyarakat dalam menentukan masa depan mereka sendiri dan mengutamakan aspek lingkungan dalam pengambilan keputusan,” sambungnya.

Pria yang akrab disapa Awi Mandez itu menjelaskan, Walhi Sulbar menggarisbawahi bahwa wilayah Dusun Tullu Bulan Timur memiliki keanekaragaman hayati yang penting, dan sebagai kawasan yang bergantung pada sumber daya alam, aktivitas pertambangan hanya akan memperburuk kondisi kehidupan masyarakat lokal.

“Walhi juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat sipil dan pihak terkait untuk bersama-sama menuntut penghentian rencana tambang tersebut, serta mendorong pengembangan kebijakan yang lebih berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat dan lingkungan,” jelasnya.

Perlu diketahui tambah Awi, sebagai bagian dari solidaritas terhadap masyarakat, Walhi Sulbar akan terus memantau perkembangan kasus ini.

“Kami juga akan bekerja sama dengan pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan dan hak masyarakat adat,” tandasnya.

Jurnalis: Muhammad Jufri





Tinggalkan Balasan