SDN 31 Inpres Rattepadang Memprihatinkan: Atap Bocor, Kayu Lapuk, Siswa Terancam!

Foto: Kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 31 Inpres Rattepadang, Desa Awo, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. (Dok. Kamil)

ENEWS, MAJENE •• Kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 31 Inpres Rattepadang, Desa Awo, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, dilaporkan semakin memprihatinkan.

Sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan parah akibat usia bangunan dan material yang sebagian besar masih terbuat dari kayu.

banner 728x250

Pantauan di lokasi menunjukkan banyak atap bangunan sekolah yang bocor, sementara kayu penopang atap dilaporkan telah lapuk, runtuh, bahkan roboh akibat sering terendam air hujan.

Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan guru dan siswa serta mengganggu kelancaran proses belajar mengajar, terutama saat musim hujan.

Kepala SDN 31 Inpres Rattepadang, Anwar, S.Pd.SD, saat dikonfirmasi Enews pada Sabtu, 17 Januari 2026, mengungkapkan bahwa pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Majene sebelumnya telah meninjau langsung kondisi bangunan sekolah tersebut.

“Perwakilan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majene sudah datang melakukan survei kondisi bangunan sekolah. Saat itu disampaikan bahwa pembangunan lanjutan akan direalisasikan dalam waktu dekat,” ujar Anwar.

Ia menambahkan, pihak Dinas Pendidikan menyampaikan rencana pembangunan permanen gedung sekolah yang ditargetkan dapat direalisasikan pada tahun 2026, sebagaimana disampaikan kepada para guru pada tahun sebelumnya.

“Harapan kami, tahun 2026 ini pembangunan benar-benar dapat direalisasikan secepatnya. Kondisi bangunan saat ini sudah sangat rusak, bahkan kayu penopang atap sudah runtuh, sehingga aktivitas belajar mengajar tidak bisa berjalan maksimal,” jelasnya.

Anwar juga mengungkapkan bahwa saat hujan turun, guru dan siswa kerap terpaksa memindahkan kegiatan belajar ke ruang lain karena air hujan masuk langsung ke dalam kelas.

Selain mengganggu proses pembelajaran, kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan warga sekolah.

“Kami khawatir jika sewaktu-waktu material bangunan yang sudah lapuk dan roboh dapat menimpa guru maupun siswa,” tambahnya.

Pihak sekolah berharap pemerintah daerah segera merealisasikan pembangunan gedung sekolah secara permanen demi menjamin keselamatan serta kenyamanan proses pendidikan bagi para siswa di wilayah tersebut.

(Kamil)





Tinggalkan Balasan