ENEWS, BANTAENG •• Warga Borongkalukua, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, dikejutkan dengan runtuhnya tanggul Sungai Calendu pada Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 08.30 Wita.
Peristiwa tersebut terjadi di RT 1, RW 5 dan memicu kekhawatiran warga akan potensi banjir, terutama di tengah musim hujan.
Tanggul Sungai Calendu dilaporkan roboh akibat pondasi bangunan yang tergerus arus air sungai, sehingga struktur tanggul menggantung dan tidak lagi mampu menahan debit air.
Runtuhnya tanggul ini bukan kali pertama terjadi di lokasi tersebut.
Tokoh masyarakat Borongkalukua, Sattar (40), mengatakan kondisi ini sangat membahayakan warga sekitar. Ia menilai, jika tidak segera ditangani, air sungai berpotensi meluap dan merendam permukiman warga.
“Tanah di bawah pondasi tanggul sepanjang aliran sungai hingga ke jembatan sudah tergerus akibat debit air yang meningkat saat hujan deras. Kami khawatir tanggul lain juga akan menyusul roboh jika tidak segera diantisipasi,” ujar Sattar.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Bantaeng menjelaskan bahwa tanggul tersebut dibangun pada awal tahun 2007 dan mengalami kerusakan akibat terjangan banjir yang menggerus pondasinya.
“Di tahun 2025, di lokasi yang sama sempat terjadi tanggul ambruk dan sudah diperbaiki menggunakan bangunan bronjong. Kami terus berupaya mencari solusi, termasuk berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya berharap ada penanganan serius dari instansi terkait mengingat prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan potensi hujan deras pada April hingga Mei mendatang.
“Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan banjir sewaktu-waktu bisa terjadi dan berdampak langsung pada permukiman warga,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa akibat runtuhnya tanggul tersebut.
Warga di sekitar Sungai Calendu diimbau tetap waspada, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
Kontributor: Ismail L






