Mahasiswa Teknik Sipil Unimen Gelar Kuliah Lapangan di Bendung Benteng

Foto: Ir. Arsyad, ST MT (depan, jaket hitam) saat mendampingi mahasiswa di Bendung Benteng. (File Enews)

ENEWS PENDIDIKAN •• Sebanyak 20 mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Enrekang (Unimen) menggelar kegiatan kuliah lapangan bertema, “Pemberdayaan Sumber Daya Air” di Bendung Benteng, Kabupaten Pinrang, pada Selasa, (10/12/2024).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman praktis kepada mahasiswa tentang pengelolaan sumber daya air sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur irigasi.



Kuliah lapangan ini dipimpin oleh Ir. Arsyad, ST MT selaku dosen pendamping. Selain itu, kegiatan turut didukung oleh pihak Unit Pengelola Irigasi (UPI) DI. Saddang Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, yang diwakili oleh Masri, SPd ST serta Aburaerah sebagai Koordinator Pengelola Bendung Benteng.

Dalam sesi pembukaan, Ir. Arsyad menjelaskan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya untuk menjembatani teori dan praktik di lapangan.

“Mahasiswa perlu memahami bahwa infrastruktur seperti bendung tidak hanya berfungsi sebagai pengendali air, tetapi juga mendukung perekonomian masyarakat, terutama dalam sektor pertanian,” ujarnya.

Sementara, Masri selaku Ketua UPI DI. Saddang Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang memaparkan bahwa pengelolaan sumber daya air membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak.

“Kami berharap mahasiswa dapat melihat langsung tantangan yang kami hadapi, seperti pengelolaan sedimentasi, perawatan pintu air, dan distribusi air untuk irigasi,” jelasnya.

Dalam sesi observasi lapangan, mahasiswa diajak mengamati langsung struktur teknis bendung, mekanisme distribusi air, dan sistem pemeliharaan bendung yang dijelaskan secara rinci oleh Aburaerah.

Ia menekankan pentingnya pemeliharaan berkala untuk memastikan fungsi optimal bendung dalam mendukung irigasi ribuan hektar lahan pertanian di wilayah tersebut.

Syahrir, ST sebagai staf teknik, menambahkan informasi teknis terkait sistem pengendalian sedimentasi dan pengelolaan debit air.

Mahasiswa diajak melihat langsung cara kerja pintu air dan sistem irigasi yang menjadi tulang punggung produktivitas pertanian di kawasan tersebut.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif. Mahasiswa antusias mengajukan pertanyaan terkait tantangan operasional dan inovasi teknologi dalam pengelolaan irigasi.

Salah satu mahasiswi Bernama Hasriani menyatakan, “Kami sangat terbantu dengan penjelasan langsung dari para pengelola. Banyak wawasan baru yang kami dapatkan, terutama terkait penerapan teknologi dalam pengelolaan sumber daya air.”

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Enrekang semakin siap menghadapi tantangan di dunia kerja, terutama dalam bidang pengembangan sumber daya air yang berkelanjutan.

Ir. Arsyad menutup kegiatan dengan mengapresiasi pihak Bendung Benteng dan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang atas kerjasama dan dukungannya dalam mendukung pembelajaran berbasis lapangan. (Red)





Tinggalkan Balasan