BONE, SULSEL •• Pihak Bank Sulselbar angkat bicara terkait terlibatnya dua oknum pegawainya dalam dugaan perselingkuhan dan digerebek warga pada pukul 03.00 Wita dini hari 18 September 2024.
“Iya, identitasnya telah kami kantongi dan sedang jadi pembahasan di internal kami,” kata Fajri selaku Humas Bank Sulselbar kepada Enews Indonesia melalui sambungan telpon Whatsapp, Rabu (18/9).
Meski demikian, kedua oknum tersebut di luar tanggung jawab pihak perusahaan bila di luar jam kerja dan tidak memakai atribut.
“Kasusnya sementara kita bahas di internal kami, jika hal tersebut terjadi di luar jam operasional kantor dan tidak menggunakan atribut bank Sulselbar, kami anggap mereka adalah oknum pelaku, namun jikalau pun ada laporan terkait hal tersebut ke internal kami oleh keluarga korban akan kami tindaki melalui ketentuan yang berlaku di perusahaan,” pungkasnya.
Sebelumnya diwartakan, warga BTN Tiara, Bulu Tempe, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan dihebohkan dengan datangnya puluhan orang dengan menggunakan dua unit mobil ke pemukiman mereka. Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 03.00 Wita dini hari, Rabu 18 September 2024.
Dari informasi yang dihimpun Enews Indonesia, kedatangan puluhan orang tersebut karena adanya dugaan aksi perselingkuhan di salah satu rumah di perumahan tersebut.
“Itu massa dari luar kota, dari Bone bagian Barat. Mau na-gerebek istrinya di dalam rumah sama laki-laki lain yang juga sudah beristri,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya tak disebutkan kepada Enews Indonesia, Rabu (18/9).
“Terakhir saya lihat, kedua terduga pelaku dibawa sama polisi,” tambahnya.
Dari hasil penelusuran Enews Indonesia, kedua terduga pelaku tersebut diduga merupakan oknum pegawai Bank Sulselbar Bone berinisial FR dan AP.
(Arisman)






