ENEWS PENDIDIKAN •• Guru seyogyanya mampu bersaing dan meningkatkan kinerja yang produktif, dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada siswa-siswi agar menghasilkan peserta didik yang mampu bersaing.
Untuk memaksimalkan kinerja guru di SMKN 5 Bone, Kepala Sekolah Andi Budi Sudarsono menggelar Workshop Peningkatan Kapabilitas Guru dan Tenaga Pendidik (GTK) untuk para tenaga pendidik di sekolah yang ia pimpin.
Kegiatan tersebut digelar di Lab Komputer SMKN 5 Bone yang beralamat di Desa Kadai, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kegiatan ini digelar selama dua hari mulai Rabu hingga Kamis (21-22/8/2024).
Workshop tersebut bertema, “Penguatan Pembelajaran Berbasis Dunia Kerja”.

Dalam sambutannya, Kepsek SMKN 5 Bone Andi Budiharsono, Spd.,Mpd menjelaskan bahwa kegiatan yang digelar sangan bersentuhan langsung dengan peserta didik.
“Salah satunya bagaimana proses pembelajarn di kelas yang lebih berkualitas sesuai standar kompetensi secara nasional,” tuturnya.

Ia berharap semoga setelah kegiatan ini, para guru bisa lebih semangat dalam mendidik agar mengahasilkan peserta didik yang mampu bersaing.

Hadir sebagai pemateri dalam workshop tersebut, Dr. Ahmad Latif S.Pd.,M.Pd dari Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Kelautan, Perikanan, Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPMPV KPTK) Kabupaten Gowa, Sulsel.
Para guru diberikan materi tentang tips dan trik menentukan sintaks model pembelajaran yang tepat sesuai kompetensi yang ada pada elemen pembelajaran di Capaiam Pembelajaran (CP) untuk menghindari miskonsep dalam mengaplikasikannya dalam perencanaan pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid dalam aktivitas pengelolaan kegiatan pembelajaran.

“Tugas pertama guru harus memahami CP, nah CP ini berubah-ubah. Perubahan-perubahan yang ada di SMK itu tidak sama di SMA. Guru-guru tidak boleh mengeluh,” kata Ahmad Latif memulai materinya dan disimak para tenaga pendidik di SMKN 5 Bone.
Pemateri juga menekankan para guru untuk tidak gagal teknologi, dan mengikuti perubahan-perubahan terutama di dunia industri digital.
“Kalau kita ketinggalan maka sekolah kita akan tertinggal dan tidak dilirik. Orang sekarang cari dan butuh yang bisa memberikannya kompetensi yang baik,” tandasnya. (Lee)






