Warga Rugi dan Kecewa, Wamendes PDT Batal ke Desa Lapeo Polman Padahal Sudah Dijadwalkan

Foto: Kepala Desa Lapeo, Noor Irwandi Yusuf. (Dok. ENews)

ENEWS POLMAN •• Warga Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), sesalkan ketidakhadiran Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamemdes PDT), Ahmad Riza Patria di Desa Lapeo, Kamis (24/4/2025).

Diketahui, Wamendes dijadwalkan berkunjung ke Desa Lapeo melakukan peletakan batu pertama kantor Koperasi Merah Putih usai melantik Pengurus Desa Bersatu Sulbar di Gedung Gadis, Polewali.



Namun nyatanya, selesai pelantikan Pengurus Desa Bersatu, Wamemdes bertolak ke Jakarta.

Kepala Desa Lapeo, Noor Irwandi Yusuf menyesalkan batalnya Wamendes datang ke Desa Lapeo. Ia mengaku bahwa pihaknya telah mempersiapkan segala keperluan menyambut kedatangan Wamendes.

Dijelaskannya, rencana kunjungan Wamendes ke Desa Lapeo ini masuk dalam rundown acara, seharusnya sudah berkunjung pukul 09:30 Wita tapi diundur hingga sore hari ba’da shalat Ashar.

Foto: Rundown acara kedatangan Kemendes RI.

“Kami sudah libatkan seluruh masyarakat untuk mengurusi persiapan penyambutan Wamendes ke Desa kami. Waktu, tenaga dan materinya terkuras, karena ada empat titik yang sudah kita siapkan,” ujar Kades Lapeo, Noor Irwandi Yusuf.

Dikatakannya, semuanya sudah dipersiapkan sedemikian rupa, mulai masjid, kantor koperasi sementara, kantor desa dan tempat wisata pantai Ba’batoa yang harusnya dikunjungi.

Irwandi berharap Wamendes dapat mengunjungi desanya namun ia mendapat informasi bahwa pada sore hari Wamendes harus ke Makassar karena akan bertolak kembali ke Jakarta.

Dua pekan lalu, Irwandi sudah memperoleh informasi bahwa desanya akan dikunjungi Wamendes namun ia mengaku ragu.

“Nanti hari Senin (21/4/2025) setelah rapat dengan panitia dan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perindagkop dan Kepala Dinas PMD, disitu kami mulai bergerak setelah mendapat restu dari dinas,” ujarnya.

Selama tiga hari itu, Pemerintah Desa Lapeo melakukan persiapan bersama dengan masyarakat untuk menyambut kehadiran Wamendes di Desa Lapeo. Tapi karena tidak hadir mereka kecewa.

Untuk mempersiapkan penyambutan ini, panitia penjemputan Wamendes ke Desa Lapeo, pihak desa menghabiskan dana puluhan juta rupiah.

“Karena panitia harus menyewa tenda, kursi, sound sistem, panggung, konsumsi dan yang lainnya,” pungkasnya.

Jurnalis: Hasbi Waluyo





Editor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan