banner 728x250

Wakil Ketua DPRD Sulbar, Apresiasi Gerakan yang Dilakukan KPID Sulbar

Enewsindonesia.com — Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulawesi Barat go to campus, sebagai salah satu langkah untuk menguatan literasi media di era new normal bersama kampus Universitas As’ariyah Mandar (Unasman) Polewali Mandar dengan menyasar mahasiswa-mahasiswi dari Usaman, Senin (6/7/2020).

Kegiatan ini menghadirkan Wakil Ketua DPRD Sulbar, Abdul Rahim, Rektor Unasman, Chuduriah Sahabuddin dan praktisi Komunikasi yang juga pemilik media Penyiaran “Mario FM” Rusman Toni. Acara ini juga dihadir Ketua dan Wakil Ketua KPID Sulbar, April Ashari Hardi dan Budiman Imran.

banner 728x250

Wakil Ketua DPRD Sulbar, Abdul Rahim dalam penyampaiannya, mengaprsiasi langkah yang dilakukan oleh KPID Sulbar. Menurutnya program penguatan literasi media di New Normal karena ini sangat membantu masyarakat dan para mahasiswa-mahasiswi utuk mendapat informasi yang baik.

“Kita butuhkan kemampuan memfilter informasi, salah satunya melalui gerakan penguatan literasi di new normal dan pendengar yang dilakuian KPID ini,” ujar anggota DPRD empat periode ini.

Iapun menambahkan, menyangkut New Normal dengan penanggulangan pandemi Covid -19, salah satu pemuda terlahir dari seorang anak petani ini menegaskan kebijakan pusat saat ini benar benar memperihatinkan situasi dan kondisi di daerah karena kita tidak tahu kapan Covid ini akan berakhir dan ini berpengaruh pada aspek ekonomi, sosial dan penyiaran.

Politisi Nasdem mengatakan, selain ekonomi, aspek sosial juga berpengaruh, kita tidak bisa bertatap muka secara langsung dalam menyusun program kerja.

Dalam kegiatan yang dipandu Komisioner Bidang Kelembagaan KPID Sulbar Sri Ayuningsih, Wakil Ketua DPRD Sulbar juga menegaskan aspek yang juga berpengaruh atas dampak Covid-19 ini adalah aspek penyiaran.

“Dengan keterbatasan mendapatkan sumber informasi, maka sebagai langkah pencegahan kita, tidak boleh menelan secara mentah-mentah informasi yang kita dapatkan, namun kita harus memilah dan menyaring agar mental kita tidak rusak,” jelasnya.

“Kita bersyukur ada aplikaai zoom meeting yang bisa memberikan dan mempertemukan kita, meskipun kurang efektif. Dan saya kira ini merupakan salah satu aspek yang berpengaruh terhadap penyiaran,” ujarnya. | ADV.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *