Bone  

Waduh! Festival Bone Riolo Ternodai Grup Kucang-kucang

Foto: salah satu personel grup Kucang-kucang diwawancarai panitia Festival Bone Riolo.

ENEWSINDONESIA.COM, BONE
Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Bone, Sulawesi Selatan menggelar Festival Bone Riolo 2023 di pelataran Museum Lapawawoi Bone, Jalan MH Tamrin, Kota Watampone, Rabu (26/4/2023) malam.

Wail Bupati Bone, Ambo Dalle menerangkan, festival Bone Riolo merupakan wujud nyata dari upaya pemerintah daerah untuk kembali memperkenalkan dan melestarikan kearifan budaya lokal.

banner 728x250

“Karena siapa lagi yang melestarikan budaya kita, kalau bukan kita sendiri,” ujarnya.

Kader Partai Golkar yang dikabarkan akan hijrah ke Parta PPP ini mengatakan, Festival Bone Riolo ke depan akan menjadi kalender tahunan. Sehingga setiap perayaan HJB akan ada kegiatan khusus menampilkan kearifan budaya lokal Kabupaten Bone dan bugis pada umumnya.

“Contoh Jepang merupakan negara maju saja, masih tetap wujudkan/melestarikan nilai-nilai budayanya, tentunya kita juga agar kedepan Festival Bone Riolo ini harus menjadi kalender tetap untuk merayakan HJB,” tutup, Ambo Dalle.

Festival Bone Riolo menyajikan pameran Bone Riolo atau Bone pada masa lampu, juga disajikan dengan penampilan-penampilan dan lomba osong.

Namun Festival Bone Riolo 2023 menuai sorotan terkait dengan beredarnya kabar bahwa festival tersebut menampilkan grup Kucang-kucang.

Bahkan grup penyanyi yang personelnya pria yang dikenal berjoget seperti wanita itu bahkan disebut sempat naik ke atas panggung diduga menampilkan goyangan erotis sebelum diminta berhenti.

Asnal, salah satu warga Bone membenarkan hal tersebut, dia menyebut menyaksikan penampilan Kucang-kucang saat melintas di depan Museum Lapawawoi.

“Iye, saya lihat tadi malam. Kucang-kucang itu menodai Festival Bone Riolo yang diketahui tak ada hubungannya dengan Festival itu,” katanya, Jum’at (28/4/2023).

Terpisah, aktivis mahasiswa Kabupaten Bone, Muis mempertanyakan apa kaitan menampilkan grup seperti itu pada kegiatan yang bertujuan melestarikan ke arifan budaya.

“Apakah goyang erotis itu budaya?” Tanya Muis.

Terkait informasi tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone, A. Murni Alimuddin kepada awak media membenarkan grup Kucang-kucang sempat tampil di panggung.

“Pada saat pelaksanaan kegiatan saya berada di Makassar. Kemarin baru tiba di Bone, mendapat informasi itu saya langsung tanyakan kebenarannya kepada panitia. Dan memang sempat menyanyi (grup Kucang-kucang) namun hanya sebentar karena distop sama panitia,” katanya.

Murni melanjutkan, sebelum tampil di panggung. Grup tersebut diketahui ke lokasi untuk mengantar salah satu peserta fesitival.

Namun pada saat ada jeda waktu antara penampilan peserta pihak Master of Ceremony (MC) yang memandu acara tiba-tiba memanggil Grup Kucang-kucang naik ke panggung.

“Nah disitu sempat menyanyi, namun pantia bertindak cepat meminta turun. Kemudian saat dipanggung semuanya berpakaian sopan,” katanya lagi.

Terkait dengan MC, pihaknya akan meminta kepada panitia untuk menanyakan apa dasarnya memanggil grup tersebut naik ke panggung. (Mimienk Lee)





Tinggalkan Balasan