Bone, Viral  

Viral! Orang Tua Siswa di SMKN 5 Bone Mengamuk, Ini Sebabnya

Foto: Potongan video saat salah seorang orang tua siswa SMKN 5 Bone mengamuk dan melempar buku di kantor sekolah. (File Enews)

ENEWS BONE •• Sebuah video viral di media sosial yang mempertontonkan seorang emak-emak mengamuk di sebuah ruang kantor guru sekolah. Dalam video yang berdurasi 25 detik itu, si emak-emak mengomel sembari melempar beberapa buku yang tergeletak di atas meja.

Dari hasil penelusuran Enewsindonesia.com, kejadian tersebut terjadi di SMKN 5 Bone, Desa Kadai, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). Peristiwa tersebut terjadi hari ini, Selasa 16 Juli 2024.



Salah seorang guru di sekolah tersebut, Ummi Rahayu menyebutkan bahwa kejadian itu ditengarai adanya 23 siswa kelas 10 tidak naik ke kelas 11.

Ummi juga menyebut bahwa Andi Budi Suharsono selaku kepala sekolah SMKN 5 Bone tidak profesional dalam menjalankan tugasnya.

“Sebelumnya saya berniat benahi (sistem) dalam sekolah ini, tapi kepala sekolah semakin menjadi-jadi,” ungkap Ummi kepada Enewsindonesia.com melalui sambungan telpon, Selasa (16/7).

Ummi menjelaskan, terkait tidak naik kelasnya 23 orang siswa kelas 10 ini alasannya mereka malas masuk kelas.

“Prosedur kasi tinggal kelas anak-anak (siswa) itu ada langkah-langkahnya. Pertama, menyurat (surat peringatan) dulu ke orang tua sebanyak tiga kali, itu pun sebelum menyurat, ada langkah preventif atau pencegahan dari pihak sekolah. Nah, hal itu tidak dilaksanakan kepala sekolah,” jelas Ummi.

Lebih lanjut ia menyampaikan, selama ini siswa kebanyakan nongkrong di kantin. Berarti untuk masuk ke kelas tidak ada daya tarik.

“Nah ketika ditarik benang kusutnya, ternyata gurunya tidak ada di kelas, satpamnya tidak bekerja maksimal. Apa sebabnya? Ternyata gaji mereka belum terbayarkan,” ungkapnya.

Alasan lain kenapa para guru malas masuk mengajar, dikarenakan kepemimpinan Andi Budi Suharsono tidak disukai oleh para guru.

“Selain gaji tidak dibayarkan, kepala sekolah ini sering berkata kasar, melakukan pengancaman terhadap guru-guru,” sebutnya.

Selain itu, Ummi mengaku telah bersurat ke Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel terkait polemik yang terjadi di SMKN 5 Bone.

“Dana BOS telah cair pada Januari 2024, namun gaji honorer baru dibayarkan pada bulan Juli itu pun tidak penuh dan dibayar karena saya telah bersurat ke pihak Pemerintah Provinsi Sulsel. Kalau tidak begitu, tidak bakalan dibayarkan,” ujarnya.

Ummi juga mengaku akan kembali memasukkan surat kedua kepada Pj Gubernur Sulsel pada Rabu 17 Juli 2024 besok.

“Saya kembali akan bersurat ke Pj Gubernur terkait polemik-polemik yang terjadi di SMKN 5 Bone. Semoga ada tindakan tegas,” harapnya.

Ia juga mengaku bersyukur adanya orang tua siswa yang mengamuk di sekolah (SMKN T Bone) hingga viral.

“Dengan viralnya video tersebut dapat membantu penyelesaian permasalahan kami di sekolah,” tandasnya.

Terkait keluhan tersebut, Enews Indonesia mencoba mengkonfirmasi pihak kepala sekolah SMKN 5 Bone namun belum berhasil. (Lee)





Tinggalkan Balasan