ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Semakin banyak jumlah penduduk pada suatu daerah/kota akan berdampak pada jumlah kebutuhan akan barang yang semakin meningkat.
Hal ini mengakibatkan peningkatan pergerakan barang yang memasuki wilayah kota, melalui kendaraan-kendaraan angkutan barang.
Peningkatan tersebut terlihat dari semakin banyak, maupun semakin seringnya angkutan barang memasuki wilayah perkotaan yang mengangkut kebutuhan toko-toko grosir dan ritel di dalam kota.
Keberadaan truk-truk angkutan sembako dan bahan-bahan keperluan lainnya di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan disorot netizen lantaran membuat macet dan bahkan membahayakan pengendara lain.
“Tabe, mohon perhatian dari Dinas atau aparat yg terkait tentang jalur lalu lintas Perempatan Jalan Makmur, Macan, Benteng, dan Teduh. Banyak mobil truk parkir di pinggir jalan yang mngganggu jalur lalu lintas di simpang ini. Penampakan seperti ini sudah bertahun-tahun terjadi. Tolong demi kelancaran dan keselamatan berlalu lintas. Tolong ini menjadi perhatian @Kapolres Bone, Kasatlantas, Perhubungan,” tulis A Trisna di group WA Info Kejadian Bone Official sembari memposting video penampakan truk-truk tersebut saat sedang parkir, Kamis (11/5/2023).
Postingan tersebut mendapat tanggapan dari netizen lain, AmarinaIzmail, “Sering ka lewat sini, dan selalu ya hampir baku tabrak karena biasa ada kendaraan lain tiba-tiba muncul dari balik truk-truk besar.”
Lalu kembali dibalas oleh Andi Trisna, “Parkirnya dimana-mana, seakan-akan disitu bukan jalur lalu lintas tapi tempat parkir, kalau tidak hati-hatiki bagian sini berbahaya. Masih mending kalau masih terang, kalau sudah malam gelap baru penuh truk disitu. Mohon aparat yang terkait untuk bisa menjadi perhatian, tabe.”
Pembahasan tentang hal ini kemudian jadi ramai di Group WA yang beranggotakan kurang lebih 800 orang tersebut.
“Itu KIBO : Kawasan Industri BOne hanya dongeng kak…🤣🤣🤣,” tulis Ashar Abdullah.
Kembali dibalas Andi Trisna, “Maksudku saya toh, kejadian bgini ko’ seakanakan pembiaran ya, karena sudah lama kejadian seperti ini berlangsung tapi semua lancar damai seakan-akan ini nda masalahji 😳🥺.”
“Makax iyye, kalau berjalan lancar & damai berarti tidak adaji masalah,” tulis netizen lain, Asnal.
Andi Trisna kembali menimpali, “Iyakah?? Makanya bertanyak lancar damai tapi berantakan lalu lintasnya.”
“Harusnya, ekspedisinya yang di tegur untuk punya gudang di Luar Kawasan Kota, beratnya truk mereka itu nda cocok dengan ketebalan aspal jalan kabupaten, beda aspal jalan provinsi,” tulis Ashar Abdullah.
Lalu dibalas lagi oleh pemosting pertama, Andi Trisna, “Menurut saya apapun alsannya pemandangan seperti ini tidak layak ada di tengah padatnya kota.”
“Sejalan ji dengan regulasinya kak, jadi enak ki tegurki. Pengusaha harus punya gudang di luar kawasan perkotaan. Bukan hanya Faj*r Ekspedisi, itu pengusaha-pengusaha yang drop barang dalam kota pake truk 10 roda dengan dalih “membongkar ji” harusnya ditegur, baruka sadar kalau perda di Bone mati suri pale,” tulis Ashar Abdullah.
Hingga berita ini diterbitkan, polemik mobil truk tersebut masih ramai diperbincangkan netizen di group WA IKB Official. (Mimienk Lee)






