banner 728x250

Tiga Desa di Kecamatan Tandukkalua Mamasa Dapat Bantuan Program MARASA

ENEWSINDONESAI.COM – Melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) yang akrab dikenal program Mandiri, Cerdas dan Sehat(MARASA) juga menyentuh tiga desa di wilayah Kecamatan Tandukkalua, Kabupaten Mamasa.

TAPP (Tenaga Ahli Pendamping Profesiona)  Kabupaten Mamasa, Untung Rionaldi menjelaskan Rp 200 juta anggaran program MARASA yang diterima tiga desa di Kecamatan Tandukkalua yakni, Desa Balabatu, Desa Kanan dan Desa Mesakada.

banner 728x250

Menurut TAPP,  Rp 60 juta dari total anggaran diperuntukkan kepengadaan sembako dengan pendekatan padat karya tunai dalam meminimalisir dampak Covid-19.

Model padat karya tunai yang dimaksud kata Untung yakni, melakukan pembersihan lingkungan sebelum pembagian sembako, hal ini penting jangan sampai ada ada tanggapan negatif bahwa mengapa pemerintah desa mengarahkan kerja bakti sebelum membagi sembako, adapun jenis sembako yang disalurkan berupa beras, minyak dan gula.

Lanjutnya, khusus penerima sembako tersebut hal berdasarkan penerima BLT desa atau warga lain yang dinilai layak.

“Yang saya ketahui khusus Desa Mesakada selain untuk penyaluran sembako maka masih ada Rp 140 juta yang dialokasikan untuk pembangunan Posyandu,”tuturnya di Kantor Desa Mesakada saat penyaluran BLT Dana Desa , Selasa (3/11/2020).

Sementara Kepala Desa Mesakada, Demmanala pada kegiatan tersebut juga menyampaikan. Pihaknya sangat berterimakasih kepada sejumlah pihak terkait terkhusus Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sehingga program Marasa dapat menyentuh Desa Mesakada.

“Saya berharap masyarakat sebagai penerima Bantuan Sembako benar-benar mengikuti prosedur sebagaimana disampaikan TAPP sehingga bantuan yang diterima berfungsi ganda, selain bermanfaat untuk kebersihan lingkungan juga bermanfaat dalam pemenuhan sembako keluarga,” ungkapnya.

Ia berharap , masyarakat tetap mengedepankan protokol kesehatan dalam suasana Pendemi Covid-19 dan yang terpenting tetap memaksimalkan pengelolaan lahan pertanian. (Hapri Nelpan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *