Majene  

Tegangan Listrik Hanya 165 Volt, PLN Majene Turun ke Desa Awo

Ketgam: Petugas PLN ULP Majene melakukan pengecekan tegangan listrik pada meteran pelanggan di Desa Awo, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, Senin (8/6/2026). (Dok. Kamil)
Ketgam: Petugas PLN ULP Majene melakukan pengecekan tegangan listrik pada meteran pelanggan di Desa Awo, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, Senin (8/6/2026). (Dok. Kamil)

ENEWS, MAJENE ••》PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Majene bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait rendahnya tegangan listrik di Desa Awo, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene.

Pada Senin (8/6/2026), Kepala Teknik PLN ULP Majene, Alif, turun langsung ke lokasi bersama tim untuk melakukan pengecekan di sejumlah titik yang terdampak, khususnya di Dusun Tippulu hingga Dusun Tippulu Timur.



Dari hasil pengukuran pada meteran pelanggan, ditemukan tegangan listrik berada di bawah standar. Alif menyebut angka tegangan yang terukur hanya sekitar 165 volt, sementara tegangan normal seharusnya berada di kisaran 220 volt.

“Arus listriknya memang sangat rendah. Hasil pengukuran menunjukkan sekitar 165 volt, padahal standar normalnya sekitar 220 volt,” kata Alif saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, rendahnya tegangan listrik dipengaruhi oleh jarak pelanggan yang cukup jauh dari gardu distribusi (trafo).

Selain itu, satu trafo saat ini melayani tiga dusun sehingga beban yang ditanggung cukup besar.

“Jarak dari trafo ke ujung Dusun Tippulu Timur sekitar satu kilometer lebih. Dengan kondisi tersebut, kemampuan trafo untuk melayani seluruh pelanggan menjadi terbatas,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, PLN akan melakukan kajian untuk meningkatkan kapasitas trafo yang ada apabila masih memungkinkan.

Upaya tersebut diharapkan dapat menjadi solusi jangka pendek guna memperbaiki kualitas tegangan listrik yang diterima warga.

Sementara untuk solusi jangka panjang, PLN berencana menambah trafo baru di wilayah ujung dusun agar distribusi listrik lebih merata dan tidak terjadi penurunan tegangan akibat jarak yang terlalu jauh.

“Untuk jangka panjang, kami merencanakan penambahan trafo baru. Namun, proses ini membutuhkan dukungan masyarakat, termasuk persetujuan penggunaan lahan untuk pemasangan tiang listrik dan jaringan baru,” ujar Alif.

PLN juga akan berkoordinasi dengan pemerintah desa terkait pengumpulan persetujuan warga sebelum pekerjaan dilaksanakan.

Kepala Dusun Tippulu Timur, Emmi, mengapresiasi respons cepat PLN dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat.

Ia mengatakan persoalan tegangan listrik rendah telah berlangsung selama bertahun-tahun dan mengganggu aktivitas warga.

“Masalah ini sudah lama dirasakan masyarakat. Kami bersyukur PLN sudah turun langsung melakukan pengecekan. Mudah-mudahan perbaikannya segera terealisasi,” katanya.

Dengan adanya peninjauan lapangan tersebut, warga berharap permasalahan tegangan listrik rendah yang selama ini terjadi dapat segera teratasi sehingga pasokan listrik menjadi lebih stabil.

(M. Kamil)





Tinggalkan Balasan