Tech  

Tantangan Sentralisasi Node Ethereum – dan bagaimana Massa dapat membantu

Tantangan Sentralisasi Node Ethereum - dan bagaimana Massa dapat membantu

Pendahuluan

Pada acara Korean Blockchain Week, salah satu pendiri Ethereum, yaitu Vitalik Buterin, menyoroti isu yang dianggap kritis dan sering diabaikan, yakni sentralisasi dalam node-node Ethereum. Tantangan ini tidak hanya bersifat teoretis, melainkan juga membawa risiko aktual terhadap ketahanan, keamanan, dan tingkat desentralisasi dalam jaringan tersebut. Meskipun Ethereum tengah mengembangkan solusi jangka panjang untuk masalah ini, perlu dicatat bahwa implementasi solusi tersebut memerlukan waktu bertahun-tahun untuk mencapai hasil yang signifikan. Dalam jangka waktu yang sementara, beberapa blockchain baru yang baru muncul, seperti Massa, menawarkan alternatif solusi yang praktis dan langsung untuk mengurangi risiko terkait sentralisasi dalam jaringan blockchain.

banner 728x250      
 

Argumen Vitalik

Vitalik Buterin secara konsisten mengemukakan pandangan kritisnya terkait isu sentralisasi node dalam infrastruktur Ethereum melalui berbagai platform dan sesi wawancara, termasuk Coinpedia, AMBCrypto, CryptoPotato, dan Benzinga. Dalam analisisnya, salah satu hambatan signifikan terhadap pencapaian desentralisasi yang optimal adalah adanya persyaratan perangkat keras yang substansial yang diperlukan untuk mengoperasikan node Ethereum. Persyaratan ini mencakup elemen-elemen seperti CPU, RAM, dan penyimpanan yang berskala besar, yang seringkali melampaui kapasitas keuangan mayoritas pengguna.

Kondisi ini mengakibatkan dominasi node Ethereum yang di-host pada layanan cloud terpusat seperti AWS, yang pada gilirannya menciptakan satu titik potensial kegagalan yang dapat merusak integritas jaringan secara keseluruhan. Dalam upayanya untuk mengatasi permasalahan tersebut, Buterin mengusulkan solusi berupa konsep “klien tanpa kewarganegaraan,” yang merupakan bagian dari peta jalan resmi Ethereum. Konsep ini bertujuan untuk mengurangi kebutuhan penyimpanan yang diperlukan untuk menjalankan sebuah node, memungkinkan node untuk menyimpan hanya sebagian kecil dari status Ethereum dan mengalokasikan sisanya secara eksternal.

Namun demikian, perlu dicatat bahwa implementasi solusi semacam ini merupakan tantangan yang kompleks dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dapat diwujudkan sepenuhnya.

Pendekatan Massa terhadap Desentralisasi

Massa dapat menawarkan solusi langsung yang dapat membantu desentralisasi operasi node secara lebih efektif. Pendekatan kami terhadap desentralisasi menangani masalah ini dari berbagai sudut sekaligus, dengan solusi inovatif yang memudahkan pengguna biasa untuk berpartisipasi dalam jaringan sekaligus meningkatkan ketahanan dan keamanan jaringan.

Hambatan Masuk yang Rendah

Sistem Massa menawarkan peluang bagi setiap individu untuk menjalankan sebuah simpul (node) dengan menggunakan spesifikasi perangkat keras sejajar dengan laptop konsumen, dengan persyaratan masuk minimal sebanyak 100 koin Massa. Tingkat hambatan masuk yang rendah ini difungsikan untuk memastikan bahwa kendali dan partisipasi dalam jaringan tersebar secara merata di antara pesertanya.

Kontrak Cerdas yang Ramah Pengembang

Kontrak pintar Massa dibangun menggunakan WebAssembly dan TypeScript, sehingga memudahkan para pengembang yang terbiasa dengan JavaScript untuk membuat dApps.

Kontrak Cerdas Otonom (Autonomous Smart Contracts/ASC)

Massa memperkenalkan Kontrak Cerdas Otonom, sebuah inovasi yang memiliki kemampuan untuk aktif secara mandiri berdasarkan kondisi yang telah ditentukan sebelumnya, yang pada gilirannya mengeliminasi kebutuhan akan bot terpusat eksternal untuk memicu aktivitas. Kemajuan ini memiliki implikasi signifikan, terutama dalam konteks aplikasi Finansial Terdesentralisasi (DeFi), di mana fitur-fitur seperti order batas (limit order) dan proses likuidasi dapat berfungsi secara independen tanpa keterlibatan pihak eksternal.

Mengapa Massa Menonjol

Massa menangani desentralisasi di berbagai lapisan, mulai dari distribusi token hingga lapisan aplikasi. Sebagai contoh, para pendiri Massa hanya memegang sebagian kecil token, menghindari insentif yang tidak selaras. Blockchain juga memungkinkan ribuan node, tidak seperti rantai yang dibatasi oleh algoritma Byzantine Fault Tolerance. Selain itu, tata kelola on-chain Massa akan memberikan kontrol kepada komunitas untuk melakukan peningkatan, memastikan bahwa kekuasaan tidak terkonsentrasi di beberapa tangan saja.

Koefisien Nakamoto

Massa menargetkan koefisien Nakamoto sebesar 1000+ pada saat peluncuran, yang berarti Anda perlu merusak lebih dari 1000 entitas untuk merusak sistem. Hal ini sangat berbeda dengan Ethereum dan sebagian besar chain lainnya, di mana merusak beberapa entitas saja sudah dapat menyebabkan serangan 51%.

Bagaimana Massa Dapat Membantu Ekosistem Web3

Massa dapat dianggap sebagai solusi suplemen yang memitigasi permasalahan sentralisasi pada node Ethereum. Persyaratan perangkat keras yang rendah dan struktur imbalan staking yang langsung diterapkan memudahkan akses terhadap partisipasi terdesentralisasi. Selain itu, sifat interoperabilitas yang dimiliki oleh Massa memungkinkan aplikasi terdesentralisasi (dApps) di platform Ethereum untuk menggunakan infrastruktur Massa sebagai tempat penyelenggaraan frontend, yang menyediakan ketahanan terhadap sensor sambil tetap mempertahankan backend mereka di dalam ekosistem Ethereum.

Kesimpulan

Walaupun Ethereum berfokus untuk menyelesaikan masalah sentralisasi node, banyak solusi yang diusulkan akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diimplementasikan. Namun sekarang, Massa menawarkan solusi langsung untuk tantangan ini. Strategi desentralisasi Massa yang memiliki banyak sisi menurunkan hambatan untuk masuk, baik untuk memperkuat integritas jaringan secara keseluruhan maupun mengundang partisipasi yang lebih luas dalam Web3 yang benar-benar terdesentralisasi.

Massa Official Links:

banner 728x250   banner 728x250   banner 728x250