ENEWS, MAJENE ••》Sejumlah pemuda Dusun Rattepadang, Desa Awo, Kecamatan Tammero’do Sendana, Kabupaten Majene, menginisiasi kegiatan gotong royong perbaikan jalan rusak yang kini rutin dilakukan setiap Jumat pagi.
Kegiatan tersebut kembali dilaksanakan pada Jumat (30/1/2026) dengan melibatkan warga setempat.
Gerakan kerja bakti ini bermula pada 25 Desember 2025 sebagai bentuk kepedulian pemuda terhadap kondisi infrastruktur jalan yang rusak dan dinilai membahayakan pengguna jalan.
Sejak saat itu, kegiatan gotong royong berkembang menjadi rutinitas warga Dusun Rattepadang.
Salah satu pemuda setempat, Syamsul, mengatakan bahwa inisiatif ini lahir dari kesadaran bersama pemuda dan warga akan pentingnya perubahan, terutama di tengah keterbatasan anggaran yang saat ini dihadapi desa.
“Kita harus mulai sadar dengan kondisi yang kita alami. Anggaran desa tidak lagi sama seperti tahun-tahun sebelumnya, sehingga perubahan harus dimulai dari kebersamaan dan gotong royong,” ujarnya.
Menurut Syamsul, upaya perbaikan jalan tidak hanya soal fisik infrastruktur, tetapi juga tentang membangun sinergitas dan kerukunan antarwarga sebagai modal utama perubahan di wilayah Dusun Rattepadang.
“Kami ingin membangun kebersatuan warga melalui kegiatan-kegiatan positif yang bermanfaat langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Naharuddin, salah satu Ketua RT di Dusun Rattepadang, menyayangkan kurangnya respons Pemerintah Desa terhadap permintaan warga terkait penyediaan peralatan kerja bakti.
“Saya sudah beberapa kali meminta alat manual seperti cangkul dan sekop, tetapi tidak ditanggapi dengan baik,” ungkap Naharuddin.
Dalam kegiatan tersebut, seorang warga yang enggan disebutkan namanya berharap para pemangku kebijakan tidak menutup mata terhadap kondisi jalan yang juga menjadi akses penghubung menuju Kecamatan Ulumanda.
“Kami berharap jalan ini bisa segera diperbaiki agar layak dilalui dan tidak membahayakan pengendara,” katanya.
Warga lainnya, menambahkan bahwa kondisi jalan tersebut rawan kecelakaan. Ia mengingatkan insiden pada 2020 ketika sebuah mobil bermuatan pasir terjun ke jurang, meski tidak menimbulkan korban jiwa.
(M Kamil)






