ENEWSINDONESIA.COM, MAJENE – Kasus kue berjamur di sebuah acara pelatihan di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat yang viral di media sosial menjadi perbincangan hangat.
Diketahui, kue berjamur tersebut disuguhkan bagi peserta pelatihan produktif Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Pemerintah Daerah Kabupaten Majene beberapa waktu lalu.

Akibat viralnya kejadian itu, salah seorang peserta pelatihan bernama Juwita mengembalikan amplop yang telah dibagikan pada acara tersebut.
Juwita mengaku tersinggung dan kecewa atas postingan salah seorang yang tidak ingin disebutkan namanya oleh Juwita karena menurutnya postingan yang dimuat menyinggung dirinya.

Penyerahan amplop yang diserahkan oleh Juwita diterima langsung oleh Roni selaku salah seorang panitia pelaksana kegiatan tersebut.
“Saya tersinggung atas postingan oleh seseorang di media sosial yang tidak usah saya sebutkan namanya yang mengatakan ‘nacerca snacknya tapi naambil amplopnya’,” terang Juwita, Senin (11/9/2023).
Juwita mengaku telah mengkritik suguhan kue berjamur di kegiatan pelatihan tersebut.
“Saya akui bahwa saya mengkritik lewat media sosial,” ujarnya.
Menurut Juwita, apa yang dilakukannya merupakan hal yang wajar.
“Saya sebagai peserta dan apalagi saya berprofesi sebagai wartawan, jadi saya menyimpulkan, saya seakan yang disinggung karena snacknya saya kritik tapi amplopnya saya ambil,” tukasnya.
“Jadi untuk itu hari ini dalam keadaan sehat dan sadar saya kembalikan amplop tersebut yang isinya seratus ribu, karena bagi saya harga diri lebih mahal dari apapun,” tegas Juwita.

Roni selaku panitia pelaksana saat dikonfirmasi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Majene.
“Terutama kepada peserta yang hadir, atas terjadinya kasus kue berjamur. Itu bukanlah unsur kesengajaan dari panitia atau pengelolah kegiatan tetapi kurang teliti dan memperhatikan akibat kesibukan dalam mengatur kegiatan,” ucap Roni.
Roni juga menjelaskan, pihak ketiga pembuat hidangan kue tersebut tergesa-gesa karena kesehatannya sedang terganggu.
“Tolong dimaklumi dan dimaafkan. Mengenai amplop yang dikembalikan oleh juwita dirinya meminta kalau boleh agar tidak usah karena dirinya mengaku ikhlas dan berjanji akan lebih profesioanal dan teliti agar tidak terjadi hal yang sama,” imbuh Roni.
Terkait postingan salah satu oknum di media sosial yang membuat Juwita tersinggung, menurutnya itu di luar jangkauan karena tidak ada hubungan dengan kegiatan pelatihan.
(Arfan Renaldi)






