Sinjai Buka Peluang Investasi Hilirisasi Bawang Putih

Momen pertemuan Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif bersama jajaran PT Firmansyah Khatulistiwa Group dan perusahaan asal China, Jingxin Agricultural Group, di Rumah Jabatan Bupati Sinjai.
Momen pertemuan Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif bersama jajaran PT Firmansyah Khatulistiwa Group dan perusahaan asal China, Jingxin Agricultural Group, di Rumah Jabatan Bupati Sinjai.

ENEWS, SINJAI ••》Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai membuka peluang investasi di sektor pertanian melalui rencana pengembangan dan hilirisasi bawang putih. Hal ini ditandai dengan pertemuan Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif bersama jajaran PT Firmansyah Khatulistiwa Group dan perusahaan asal China, Jingxin Agricultural Group, di Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Rabu (29/7).

Pertemuan tersebut membahas penjajakan kerja sama investasi sebagai bagian dari program swasembada bawang putih nasional yang dicanangkan Kementerian Pertanian.



Bupati didampingi Wakil Bupati Sinjai A. Mahyanto Mazda, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan H. Andi Himawan Saleh Asapa, Kepala Bappeda Haerani Dahlan, serta Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) H. Kamaruddin.

CEO PT Firmansyah Khatulistiwa Group, Dr. H. Hendra Firmansyah, menjelaskan bahwa perusahaannya mendapat penugasan untuk mendukung program hilirisasi swasembada bawang putih.

Untuk mewujudkannya, pihaknya menggandeng Jingxin Agricultural Group, salah satu perusahaan bawang putih terbesar di China, sebagai mitra strategis.

Menurut Hendra, Kabupaten Sinjai menjadi satu dari lima daerah di Sulawesi yang dipilih sebagai lokasi pengembangan komoditas tersebut.

Berdasarkan hasil survei awal, kawasan Sinjai Barat dinilai memiliki karakteristik yang sesuai untuk budidaya bawang putih, mulai dari ketinggian wilayah, suhu udara, hingga intensitas pencahayaan.

Rombongan investor juga dijadwalkan meninjau langsung kawasan tersebut guna memastikan calon petani dan calon lokasi (CPCL) yang akan terlibat.

Selain di Sinjai, PT Firmansyah Khatulistiwa Group juga mendapat mandat mengembangkan sekitar 2.000 hektare lahan bawang putih di Sulawesi Selatan dengan target penanaman serentak dimulai pada September 2026.

“Sinjai menjadi salah satu dari lima kabupaten target swasembada bawang putih di Sulawesi. Setelah survei awal, kami menilai kawasan Sinjai Barat memenuhi syarat. Harapan kami, penanaman serentak dapat dimulai pada September sesuai target Kementerian Pertanian,” ujarnya pada Rabu (29/7/2026).

Sementara itu, Bupati Ratnawati menyambut baik rencana investasi tersebut. Menurutnya, program hilirisasi bawang putih menjadi peluang besar bagi daerah untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendorong pengembangan sektor hortikultura berbasis teknologi.

“Malam ini, saya bersama Pak Wakil Bupati menerima kunjungan calon investor untuk pengembangan bawang putih. Insya Allah, Sinjai menjadi salah satu daerah di Sulsel yang siap bekerja sama dengan pihak swasta dan masyarakat untuk mengembangkan komoditas ini dalam skala ekspor. Ini menjadi peluang besar bagi Kabupaten Sinjai ke depan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Pemkab Sinjai telah menyiapkan Kecamatan Sinjai Barat sebagai kawasan pengembangan hortikultura terpadu yang mencakup bawang putih, bawang merah, kentang, dan tanaman hortikultura lainnya.

Bupati berharap kerja sama ini segera terealisasi sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memberikan nilai tambah bagi petani, membuka peluang investasi baru, serta memperkuat peran Sinjai dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. (Asrianto)





Penulis: AsriantoEditor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan