ENEWS, MAJENE ••》Seorang lansia bernama Judaeni (80) atau yang akrab disapa Ibu Unda, warga Lingkungan Pa’leo, Kelurahan Pangaliali, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, hidup dalam kondisi memprihatinkan akibat menderita lumpuh selama delapan tahun terakhir.
Ibu Unda kini hanya bisa terbaring di rumah sederhana berlantai bambu dengan alas tikar. Kondisi kesehatannya yang terus menurun membuatnya sulit beraktivitas dan berkomunikasi.
Saat dikunjungi di kediamannya, Ibu Unda tampak lemah dan tidak mampu berbicara banyak karena kondisi fisiknya yang semakin menurun.
Kepala Lingkungan Pa’leo, Muhammad Irsyan, mengatakan bahwa Ibu Unda sebelumnya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Namun, ia mengalami kelumpuhan setelah tersengat aliran listrik.
“Ibu Unda pernah bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan mengalami kelumpuhan akibat kesetrum listrik. Sejak saat itu kondisinya seperti sekarang,” kata Irsyan kepada Enewsindonesia.com, Kamis (9/7/2020).
Ibu Unda merupakan istri dari almarhum Pele yang telah meninggal dunia sekitar 10 tahun lalu. Dari pernikahannya, ia memiliki lima orang anak. Saat ini, ia tinggal bersama salah satu anaknya, Hariani (35).
Menurut Irsyan, kebutuhan sehari-hari Ibu Unda sebagian besar bergantung pada bantuan keluarga.
“Kebutuhan mereka kadang dibantu oleh anak-anaknya yang sudah berkeluarga dan tinggal terpisah. Namun bantuan itu juga tergantung kondisi ekonomi masing-masing,” ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, warga berharap adanya perhatian dari pemerintah maupun pihak-pihak yang memiliki kepedulian sosial untuk membantu meringankan beban hidup Ibu Unda yang telah bertahun-tahun terbaring sakit. (Redaksi)






