Kolaka  

Revitalisasi Pasar Raya Mekongga Dimulai, Anggaran Capai Rp200 Miliar

Foto: CEO PT Vale Indonesia Tbk Bernardus Irmanto bersama Bupati Kolaka H. Amri dan jajaran pemerintah daerah melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya revitalisasi Pasar Raya Mekongga di Kolaka, Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini menandai kolaborasi PT Vale dan Pemkab Kolaka dalam proyek pembangunan pasar dengan nilai masterplan hingga Rp200 miliar. (Dok. Andriana)

ENEWS, KOLAKA ••》Pemerintah Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara bersama PT Vale Indonesia Tbk resmi mencanangkan revitalisasi Pasar Raya Mekongga sebagai bagian dari kolaborasi pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Proyek tersebut diproyeksikan menelan anggaran bertahap hingga Rp200 miliar sesuai master plan, dengan estimasi pengerjaan selama dua tahun.



Program ini merupakan bagian dari inisiatif sosial dan lingkungan bertajuk, “Kolaka Bersih, Sehat dan Berdaya” yang diusung PT Vale di wilayah lingkar industrinya.

CEO PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto, mengatakan keberadaan industri pertambangan membawa dampak sosial, termasuk peningkatan jumlah tenaga kerja di Kolaka.

Menurutnya, perusahaan memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung kesiapan infrastruktur penunjang, termasuk pasar.

“Tidak adil jika kami mengundang banyak tenaga kerja tanpa memastikan dukungan infrastruktur yang memadai, salah satunya pasar. Kami tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun kehidupan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Ia menjelaskan, revitalisasi pasar tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga akan dilengkapi fasilitas pengolahan sampah sebagai komitmen terhadap pengelolaan lingkungan.

Bernardus menegaskan pengelolaan sumber daya nikel harus mempertimbangkan dampak jangka panjang karena sifatnya yang tidak terbarukan.

Sementara itu, Bupati Kolaka H. Amri menyebut revitalisasi Pasar Raya Mekongga sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sarana perdagangan agar lebih representatif, aman, bersih, dan nyaman.

Program ini selaras dengan visi pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Pasar Raya Mekongga yang telah berdiri sekitar 29 tahun memiliki luas 7,55 hektare dengan 38 blok perdagangan, 907 los, dan 719 pedagang aktif.

Namun, sejumlah persoalan masih ditemukan, seperti sirkulasi yang belum tertata, sanitasi dan drainase kurang memadai, serta kondisi konstruksi yang tertinggal dibandingkan perkembangan kawasan sekitar.

“Revitalisasi ini diharapkan menata kembali kios dan los agar lebih tertib serta menjamin kenyamanan pedagang dan pembeli,” kata Amri.

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara turut mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menekankan pentingnya aspek kebersihan dan pengelolaan sampah sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan, khususnya di kawasan perdagangan yang berpotensi menghasilkan limbah plastik.

Revitalisasi Pasar Raya Mekongga diharapkan menjadi simbol penguatan ekonomi rakyat di Kabupaten Kolaka sekaligus contoh sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. (Andriana Lestari)





Tinggalkan Balasan