ENEWS MAKASSAR •• Rektor Universitas Amal Ilmiah (Unaim) Yapis Wamena, Dr. H. Rudihartono Ismail turut hadir dalam Musyawarah Besar (Mubes) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) XII dan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXV yang diselenggarakan pada 9–11 April 2025 di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar, Sulawesi Selatan.
Kehadiran Dr. Rudihartono Ismail yang juga merupakan ketua KKSS Provinsi Papua Pegunungan menegaskan komitmen Unaim dalam menjalin sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk diaspora Sulsel untuk memperkuat jejaring pendidikan, kewirausahaan, dan pembangunan daerah, khususnya di wilayah Papua Pegunungan.
Keterlibatan Rudi Hartono dalam forum nasional ini menjadi wujud nyata dukungan perguruan tinggi dalam membangun kolaborasi lintas sektor dan memperkuat peran pendidikan tinggi dalam pengembangan SDM dan daerah.
Diketahui, acara tersebut dimulai pada Rabu, 9 April 2025 dengan kegiatan registrasi peserta, dilanjutkan dengan welcome dinner yang diselenggarakan di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel.
Keesokan harinya, Kamis 10 April 2025, acara pembukaan resmi dimulai dengan parade budaya, sambutan dari para tokoh penting, serta hikmah Halal Bi Halal oleh Menteri Agama KH. Nazaruddin Umar.
Puncak acara pembukaan ditandai dengan opening ceremony MUBES KKSS XII dan PSBM XXV yang secara resmi dibuka oleh mantan Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla, didampingi oleh para tokoh nasional seperti Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri P2MI Abdul Kadir Karding, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, serta Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.
Selanjutnya, sesi talk show PSBM XXV yang menghadirkan para narasumber dari kalangan menteri dan pengusaha nasional, membahas isu-isu strategis dalam penguatan jejaring saudagar Bugis-Makassar di tingkat nasional dan global.
Pada Mubes tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terpilih sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) KKSS untuk Periode 2025-2030. Amran mendapat dukungan penuh dari pemilik suara Mubes XII KKSS.
Mubes KKSS dan PSBM itu merupakan momentum penting bagi komunitas Bugis-Makassar dalam mempererat silaturahmi, membahas arah strategis organisasi, serta memperkuat peran saudagar Bugis-Makassar dalam pembangunan bangsa. (Red)






