Proyek Jalan Poros Pallangga Diduga Dikerja Asal Jadi, PUPR Sulsel Digeruduk Massa

Foto: Salah seorang orator saat menyampaikan orasinya di depan lantor PUPR Sulsel. (Dok. Ikbal/Enews)

ENEWSINDONESIA.COM, MAKASSAR ■ Sejumlah masa dari Organisasi Pergerakan Mahasiswa (OPM) dan Koalisi Perjuangan Mahasiswa (KPM) yang tergabung dalam Aliansi Front Mahasiswa Bersatu mendatangi Kantor Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Selatan di Jalan AP. Pettarani, Jumat ( 15/12/2023 ) sekira pukul 15.00 Wita.

Kedatangan mereka untuk meminta kejelasan terkait pekerjaan Jalan Poros Pallangga, Kabupaten Gowa yang diduga asal-asalan.

banner 728x250      
 

“Pekerjaan jalan poros Pallangga merupakan pekerjaan asal jadi yang mengakibatkan banyak kecelakaan, untuk itu kami meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan untuk memberikan solusi dan klasifikasi jelas,” ucap Alin dengan lantang dalam orasinya di depan kantor Dinas PUPR Sulsel.

Leo Aldi yang bertindak melanjutkan orasi, berteriak dengan lantang menyebut bahwa pekerjaan yang ditangani oleh PT Harfiah Graha Perkasa merupakan pekerjaan asal-asalan, belum cukup satu bulan selesai sudah rusak, ia menduga ada kong-kalikong dalam proyek ini.

Menanggapi hal itu, Surya selaku penanggung jawab proyek pembangunan Jalan Poros Pallangga keluar menemui massa aksi.

Surya menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi akibat hujan dan longsor.

“Kami selaku penanggung jawab proyek menyampaikan bahwa kerusakan tersebut akibat cuaca buruk seperti hujan dengan intensitas tinggi dan longsor,” kata Surya di hadapan para demonstran.

Penjelasan Surya tersebut tidak diterima massa aksi, sebab menurut mereka jalan ini sudah terpantau rusak sebelum datang musim hujan.

Para pengunjuk rasa meminta pihak berwenang untuk mengusut dugaan kecurangan tersebut.

Saat dikonformasi, salah seorang massa aksi, Alin mengaku kecewa dengan tanggapan pihak PUPR Sulsel.

“Kami akan mendiskusikan kembali hal ini dengan tim kami dan aksi kami tak berhenti sampai di sini,” tegas Alin.

Aksi terpantau damai dan mendapatkan pengawalan aparat kepolisian dan Satpol PP.

Jurnalis: Ikbal Tehuayo

banner 728x250   banner 728x250   banner 728x250  
Editor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan