Sinjai  

Program Prima Sinjai Masuk 5 Besar Dokumen Investasi Terbaik Ajang SSIC 2026

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lukman Dahlan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setdakab) Sinjai saat menerima kunjungan Tim Verifikasi Lapangan (Verlap) South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) Tahun 2026. (Anto)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lukman Dahlan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setdakab) Sinjai saat menerima kunjungan Tim Verifikasi Lapangan (Verlap) South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) Tahun 2026. (Anto)

ENEWS, SINJAI ••》Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai menerima kunjungan Tim Verifikasi Lapangan (Verlap) South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) Tahun 2026, Selasa (21/7/2026).

Kunjungan ini berlangsung di Command Center Kompleks Rumah Jabatan Bupati Sinjai sebagai bagian dari proses penilaian terhadap dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO) Kabupaten Sinjai bertajuk Pusat Industri Minyak Ikan Andalan Sinjai (Prima Sinjai), yang berhasil masuk dalam lima besar dokumen investasi terbaik pada ajang SSIC 2026.



Tim Verlap disambut langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lukman Dahlan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setdakab) Sinjai, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Camat Sinjai Timur, serta Kepala Desa Tongke-Tongke.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda memaparkan potensi investasi Kabupaten Sinjai, khususnya pada sektor perikanan yang menjadi dasar pengembangan proyek Prima Sinjai.

Menurutnya, keberhasilan Sinjai masuk dalam lima besar merupakan hasil dari komitmen Pemkab Sinjai dalam menyusun dokumen investasi yang komprehensif dan berbasis pada potensi unggulan daerah.

“Sinjai memiliki potensi perikanan tangkap yang sangat besar, mencapai sekitar 55.000 ton per tahun, sekaligus menjadi salah satu daerah dengan kontribusi produksi ikan tangkap terbesar di Sulawesi Selatan. Potensi ini menjadi fondasi kuat dalam pengembangan industri hilir berbasis perikanan,” tuturnya.

Sekda juga menjelaskan bahwa produksi perikanan tangkap Sinjai, yang didominasi komoditas cakalang, tongkol, dan tuna, memiliki potensi besar sebagai bahan baku industri minyak ikan berkualitas tinggi.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Sinjai, Lukman Dahlan, menyampaikan bahwa Pemkab Sinjai terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui peningkatan kualitas pelayanan perizinan dan kemudahan berinvestasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada para calon investor sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan investasi daerah melalui pengembangan potensi unggulan yang dimiliki Kabupaten Sinjai,” ujarnya di sela-sela pemaparan.

Melalui proyek Prima Sinjai, Pemkab Sinjai menawarkan peluang investasi yang berorientasi pada pembangunan industri perikanan berkelanjutan dengan konsep Blue Economy dan Zero Waste.

Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil perikanan, mendorong tumbuhnya industri hilir, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku usaha perikanan.

Usai pemaparan, Tim Verifikasi Lapangan SSIC 2026 melanjutkan kegiatan dengan meninjau lokasi kawasan industri yang direncanakan di Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan lokasi dan kelayakan proyek yang diusulkan.

Sebagai informasi, South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) merupakan program tahunan Forum Percepatan Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata Sulawesi Selatan (PINISI SULTAN), yang dibentuk melalui Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 35 Tahun 2020.

Program ini bertujuan mendorong percepatan investasi daerah melalui penyusunan proyek investasi yang siap ditawarkan kepada calon investor, dengan dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan. (Asrianto)





Tinggalkan Balasan