Sinjai  

HMI Tolak Kedatangan Menteri KKP di Sinjai

Ketgam: Aksi HMI Sinjai di Tugu Bambu Kabupaten Sinjai menolak kedatangan Menteri KKP. (Dok. Anto)
Ketgam: Aksi HMI Sinjai di Tugu Bambu Kabupaten Sinjai menolak kedatangan Menteri KKP. (Dok. Anto)

ENews, Sinjai ••》Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sinjai secara tegas menolak kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono yang dijadwalkan melakukan kunjungan Kerja ke Kabupaten Sinjai Jum’at (25/9/2026) besok.

Kabarnya, kehadiran Menteri KKP itu akan meresmikan Kampung Nelayan Merah Putih yang terletak di Desa Tongke-tongke, Kecamatan Sinjai Timur.

banner 728x250

Penolak tersebut merupakan bentuk protes dan kekecewaan mendalam atas berbagai kebijakan sektor kelautan dan perikanan yang dinilai merugikan masyarakat pesisir atau nelayan kecil.

Seperti, pemasangan sistem pemantauan kapal atau VMS (Vessel Monitoring System) yang dikeluhkan nelayan Sinjai dikarenakan kebijakan tersebut dinilai memberatkan, terutama karena biaya pengadaan dan operasional/harga alat yang dianggap mahal bagi nelayan kecil.

Kepala Bidang (Kabid ) PTKP HMI Sinjai, Israndi Musda menganggap kehadiran Menteri Kelautan dan Perikanan di daerah hanya akan menjadi agenda seremonial semata tanpa memberikan solusi konkret terhadap persoalan mendasar yang dihadapi para nelayan lokal.

“Kebijakan kementerian saat ini dinilai hanya berpihak pada korporasi dan eksploitasi ketimbang kesejahteraan nelayan,” ujarnya kepada enewsindonesia, Kamis (24/9/2026).

Israndi menegaskan, kehadiran Menteri KKP Trenggono tidak diharapkan selama isu-isu krusial di daerah kami diabaikan. Tentunya, keberpihakan pemerintah lebih condong menguntungkan industri perikanan skala besar (korporasi).

Ia menyampaikan sejak mendampingi dan mengawal nelayan Sinjai pada 7 Januari 2025 lalu soal VMS (Vessel Monitoring System), pemerintah tidak mampu memberikan solusi konkret atas persoalan tersebut.

“Saat ini kami sementara melakukan konsolidasi untuk menyambut kedatangan Menteri Trenggono,” pungkasnya. (Asrianto)





Tinggalkan Balasan