Perempuan Teriak, Persimpangan Membara, Polisi Siaga

ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Semenjak Pemerintah mengumumkan harga BBM naik pada tanggal 3 September 2022. Aksi demonstrasi terus bergejolak di penjuru negeri hingga hari ini.

Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bone kali ke duanya kembali turun ke jalan meneriakkan penolakan kenaikan harga BBM.



Aksi demonstrasi tersebut dimulai di Lapangan Merdeka Watampone kemudian demonstran berjalan kaki hingga ke perempatan Jalan Ahmad Yani – Jalan Mt. Haryono, kota Watampone, Sulawesi Selatan, Jum’at (9/9/2022).

Para demonstran membawa berbagai macam spanduk dan tulisan meminta harga BBM diturunkan memblokade jalan raya provinsi tersebut serta membakar ban bekas.

Dalam orasinya, mahasiswa mendesak pemerintah menarik keputusan menaikkan harga BBM. Aksi kali ini, mayoritas orator dari kaum perempuan.

“Masyarakat di luar sana merasakan kesengsaraan, penderitaan yang dilakukan pemerintah yang gidak mempertibanhkan kebijakan-kebijakannya,” ujar Novianti salah satu orator dengan menggunakan pengeras Meghapone.

“Mari rapatkan barisan kawan-kawan, kita akan tetap di sini hingga pemerintah dan DPRD Kabupaten Bone datang menemui kita,” lanjutnya.

Tak berselang lama, ketua DPRD Bone Irsandi Burhan, wakil ketua DPRD dari PAN Wahyudi Takwa, anggota Komisi IV A. Muh. Salam bersama Sekda Bone A. Islamuddin didampingi Kapolres Bone AKBP Ardiansyah dan Danyon C Pelopor Nur Ichsan.

“Saya kira yang terpenting adalah DPRD tetap menyampaikan aspirasi ini ke pusat dan mendorong penyaluran BBM Bersubsidi ini dengan baik,” ujar Irwandi Burhan.

Ratusan Personil kepolisian dari Polres Bone, Brimob Bone, Satpol PP, dan TNI mengawal aksibtersebut hingga oara demonstran membubarkan diri sekira pukul 06.00 Wita.





Tinggalkan Balasan