SINJAI, SULSEL •• Sejak sepekan, harga Cabe rawit dan Bawang merah di pasar tradisional Sinjai, Sulawesi Selatan mengalami peningkatan yang signifikan. Meningkatnya harga 2 komoditi ini dipasaran mencapai 35%.
Emak-emak pun resah, kuantitas dari barang yang dibeli berkurang.
“Tentunya resah, karena sebelumnya ini barang bisa dapat seliter cuma 5 ribu, sekarang hanya sedikit. Mau bagaimana lagi, mudah-mudahan harganya cepat turun,” ungkap Hasrah saat berbincang dengan ENEWSINDONESIA.COM di Pasar Tradisional Sinjai, Kamis (3/3/22).
Komiditas cabe dan bawang merah tersebut meningkat masing-masing dengan selisih Rp 10 ribu. Harga cabe yang sebelumnya seharga 25 ribu perkilo, kini naik menjadi Rp 35 ribu. Sementara harga bawang merah seminggu lalu dikisaran Rp 25 ribu, kini naik menjadi Rp 35 ribu perkilonya.
“Harga bawang merah dan lombok ini naik sejak seminggu ini. Sebelumnya harga lombok ini 25 ribu, minggu ini naik 35 ribu. Terus yang bawang merah sebelumnya 25 ribu juga naik jadi 35 ribu,” terang Awi, Pedagang pasar yang ikut diwawancara.
Oleh para Pedagang, terjadinya gagal panen oleh petani dari sumber produksi ke-2 komoditi ini dinyatakan menjadi penyebab kelangkaan barang yang masuk ke pasar, hingga harga pun terus meningkat.
“Barang ini asalnya dari Jeneponto dan Bantaeng selalu saya ambil, katanya gagal panen jadi barang yang sampai dipasar langka,” ungkap Awi.
Adanya fluktuasi harga bawang merah dan cabe di pasar yang terus mengalami kecenderungan naik sejak sepekan ini diharapkan bisa menjadi perhatian pemerintah dan pihak terkait untuk menemukan solusi agar tercipta normalisasi harga.
“Berharap ada perhatian pemerintah untuk ini, mudah-mudahan adalah solusi,” tambah Awi.
Jurnalis: Zul Gondrong






