Bone  

Peran Ayah Jadi Kunci Ketahanan Pangan dan Lawan Stunting

Ketgam: Penyuluh KB dan Kader Puspaga saat menyusun komitmen bersama dalam sesi terakhir Pelatihan, Selasa, 25 November 2025 kemarin. (Dok. Ros)

ENEWS, BONE •• Upaya memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan pemenuhan gizi keluarga menjadi fokus kegiatan Penggunaan Panduan Penguatan Peran Ayah Dalam Ketahanan Pangan dan Gizi Keluarga (PAPA Gizi) yang digelar 24–25 November 2025 di Helios Hotel & Convention, Bone.

Specialist Gender ICRAF, Ratnasari, menyebut peran ayah selama ini masih terbatas sebagai pencari nafkah, sementara tanggung jawab domestik dan pengasuhan sepenuhnya dibebankan kepada ibu.

Ia menilai beban ganda pada ibu dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak.

Program PAPA Gizi diintegrasikan ke dalam dua program daerah, yaitu Bina Keluarga Balita (BKB) melalui DP2KB dan Puspaga melalui DP3A, untuk memperkuat edukasi gizi, pangan lokal, dan pembagian peran domestik yang adil.

Perwakilan Direktur CIFOR, Laeli Sukmahayani, menekankan bahwa implementasi PAPA Gizi mendorong pengambilan keputusan pangan secara bersama dan penerapan pola makan sehat di rumah.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proyek Land4Lives yang dijalankan ICRAF dan CIFOR dengan dukungan Global Affairs Canada (GAC) untuk memperkuat kapasitas komunitas rentan menghadapi perubahan iklim melalui pengelolaan pangan lokal dan penguatan kesetaraan gender.

Dua akademisi Universitas Hasanuddin, Dr. Sudirman Nasir dan Yassir Arafat Usman, turut menyampaikan materi terkait konseling ayah dan komunikasi perubahan perilaku.

Dr. Sudirman menilai pelibatan laki-laki dalam isu kesehatan dan pengasuhan masih minim dan perlu ditingkatkan melalui pendekatan sistematis.

Di akhir kegiatan, peserta menyatakan komitmen untuk mengimplementasikan PAPA Gizi di lapangan.

Program ini diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat peran ayah dalam ketahanan pangan dan gizi keluarga di Kabupaten Bone.

Reporter: Rosdiana Sulja





Tinggalkan Balasan