banner 728x250

Penyebab Kebakaran Bola Soba Telah Diketahui, Berikut Pernyataan Kapolres Bone

ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Kapolres Bone, AKP Try Handako Wijaya merilis hasil uji Laboratorium Forensik (Labfor) penyebab terbakarnya Rumah Adat (Bola Soba).

Dalam pantauan media, terlihat Kapolres Bone memakai Songkok Recca’ khas Bone didampingi Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Ardy dan Paur Humas Ipda Rayendra di Mapolres Bone, Jalan Yos Sudarso, Kota Watampone, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (29/3/2021).

banner 728x250

Dalam pernyatannya, Kapolres Bone menyampaikan bahwa penyebab terbakarnya Bola Soba adalah Korsleting arus listrik.

“Berita acara pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Sulsel dengan No. LAB 14/FBF III 2021. Setelah kita melakukan olah TKP dari Tim INAFIS Polres dan melakukan langkah-langkah pemerikasaan saksi-saksi. Ada 12 saksi yang telah kami periksa,” ungkap Kapolres Bone.

Try Handako melanjutkan bahwa ketika terjadinya kebakaran, Bola Soba dalam keadaan kosong.

“Pada kejadian, keadaan Rumah Adat adalah kosong/tidak berpenghuni, dan berbahan material kayu dan bambu (itu ada anyaman GAMACCA), dan bahan-bahan tersebut memudahkan api untuk menjalar,” lanjutnya.

Kapolres Bone kemudian mengungkapkan isi dari Bola Soba yang terbakar.

“Di dalam Rumah Adat pada waktu itu, ada berupa kayu sampel kerajaan, dekorasi pelaminan, lemari, ada meriam juga, ada foto raja-raja Bone, tempat tidur, ada guci, peralatan sanggar, kostum adat, dan alat musik, terutama kulkas dan dispenser,” tambah Try Handako.

“Pada tanggal 23 Maret 2021 kita menyurat kepada Kabid Labfor Forensik Polda Sulsel, terus dilakukan pemerikasaan pada tanggal 27 Maret 2021,” Try Handako melanjutkan.

“Alhamdulillah, hasil datang pada tanggal 27. Adapun saksi-saksi 12 orang tersebut, termasuk juru kunci 3 orang, pengurus sanggar 5 orang, dan rekan-rekan yang piket di rumah Wakil Bupati Bone. Barang bukti yang diambil sebagai sempel dari laboratorium yaitu stop kontak listrik yang lubang tiga (3), terus ada abu arang sisa kebakaran diambil di beberapa titik,” tambanya lagi.

Kemudian Kapolres Bone pun mengungkapkan hasil Labfor penyebab kebakaran tersebut.

“Lokasi api pertama kebakaran (LAPK), menunjukkan berada pada kotak kontak rel lubang tiga, tepatnya di bagian belakang Bola Soba, atau Anak Bola, terus awal api itu dari kotak ini (lubang tiga) dengan beban kulkas dan dispenser terpasang, jadi kesimpulannya adalah tersulutnya barang-barang yang mudah terbakar di lokasi api pertama  akibat hubungan longgar atau lost kontek listrik yang terdapat pada plat tembaga kontak rel lubang 3 yang terhubung longgar dengan tusuk kontak dispenser dan kulkas pada anak bola, inilah yang memicu terjadinya lonjakan watel ekton disertai dengan busur api listrik atau Arcing antara plat tembaga dengan besi sehingga pengaman ini tidak mampu bekerja memutus arus sehingga terus-menerus menimbulkan nyala api, ditambah di sekitarnya terdapat bahan-bahan yang mudah terbakar,” pungkas Try Handako sembari memeperlihatkan foto-foto hasil pemeriksaan Labfor.

Penulis: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *