banner 728x250

Pelibatan Waria Di Karnaval PIFAF Dipersoalkan Anggota DPRD Polman

JAMAR.JB Anggota DPRD Kab. Polewali Mandar

Enewsindonesia.com — Pelaksanaan pembukaan Polewali Mandar Internasional Folk And Art Festival (PIFAF) ke-4, yang melibatkan sejumlah waria di pentas karnaval, mendapat komentar keras dari Anggota DPRD Kabupaten Polewali Mandar Jamar. JB.

Menurut Jamar, dirinya sempat terperanga dan heran setelah melihat via media sosial Facebook (FB), adanya pelibatan waria yang tampil saat gelaran karnaval opening ceremony PIFAF 2019, yang diselenggarakan di Stadion S.Mengga, Polewali

banner 728x250

“Saya kira ini patut dipertanyakan, apa urgensi waria dicantumkan dalam memperkenalkan budaya kita ke Mancanegara. Jangan sampai bule ini menganggap waria adalah gaya di Polman, itu yang patut saya sayangkan,” ucap Jamar, via telepon, 01/08/19.malam.

Selain itu ia juga menambahkan, terlepas dari peran waria dalam menghibur khalayak orang banyak, namun hal itu dinilai tidak tepat dikarenakan agenda PIFAF, merupakan festival untuk memperkenalkan budaya lokal daerah ke mancanegara.

“Itu yang patut saya pertanyakan kepada panitia. jangan – jangan pak Bupati ini tidak tahu kalau ada waria,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, meski tampilnya waria tersebut telah dijelaskan oleh Bupati AIM, namun hal itu dinilai tidak tepat, karena menurut saya jika ingin memberikan peran, masih banyak ruang – ruang lain yang dapat ditempati misalnya memasang tenda dan variasi diseputaran lokasi kegiatan berlangsung.

“Kalau diberi peran saya kira waria ini biasanya tampil kalau cukup memasang tenda – tenda, dan variasi diseputaran pekan budaya itu silahkan,” katanya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Polewali Mandar tersebut juga mengungkapkan, bahwa dengan tampilnya sejumlah waria pada pembukaan Polewali Mandar Internasional Folk And Art Festival (PIFAF) ke-4 , dinilai telah mempelesetkan makna dari pelaksanaan PIFAF itu sendiri.

“Kalau saya, justru kita mempelesetkan makna festival budaya internasional ini, kalau justru waria itu tampil, makanya saya bilang apa urgensinya dia tampil,” ungkapnya.

Anggota DPRD dari Partai Amanat Nasional itu juga menuturkan, jika para waria tersebut tampil di pelaksanaan agenda gerak jalan santai seperti yang seringkali terlihat dikegiatan 17 san, hal itu dinilai sah-sah saja,

“Kalau sekelas di Polman dia mau menghibur gerak jalan santai, atau 17 Agustus yang bisa kita lihat, yang lucu-lucuan, pakai daster main bola, saya kira boleh lah.Tapi yang saya heran kalau ini akan menjadi tampil justru akan membuat subur waria di Polman,” tutupnya. (*/MR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *