ENEWSINDONESIA.COM, SIKKA – Pergolakan dan sistematika pertarungan semakin berdetak kuat menyongsong Muktamar Pemuda Muhammadiyah kali ini.
Hajatan bergengsi ini bakal digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang sesuai jadwal akan digelar pada tanggal 21 sampai 24/2/2023 mendatang.
Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Lembata, Nusa Tenggara Timur merupakan bagian dari hajatan ini, pastikan dirinya hadir memberi hak suaranya secara jujur dan adil tanpa harus mencederai pihak lain.
Tentunya peserta dari Nusa Fobamora mulai berdatangan kesana, mulai mengatur strategi untuk menggolkan program daerah karena Lembata termasuk bagian dari hirarki struktur turunan Pemuda Muhammadiyah.
Dengan bekal beberapa nama calon formatur yang saat ini viral, menjadi acuan menilik lebih dekat jejak digital yang dimiliki oleh mereka.
Kurang lebih 38 nama calon formatur yang lagi mencuat kepermukaan kali ini, yang bakal bersaing merebut top leader pada Muktamar Pemuda Muhammadiyah nantinya.
“Beberapa nama tersebut diantaranya sebut saja Syukron, Julfik, Salahuddin, Al- Amin, Saputra dan yang lainnya, yang tidak disebut satu persatu. Dimana dari semua calon tersebut tentunya PDPM Lembata akan mendorong salah satunya,” tutur Muhammad Rifai Kasim, ketua PDPM Lembata.
Rifai menyampaikan bahwa pada dasarnya PDPM Lembata akan ikut serta menyukseskan muktamar, terlepas siapa yang terpilih nantinya.
Ia menjelaskan bahwa tetap mendorong kandidat yang sejalan dengan tujuan Muhammadiyah dan memperhatikan ummat, serta dapat memenuhi keinginan dari setiap daerah.
“Siapapun yang terpilih nantinya sudah seharusnya merangkul semua lapisan, selama masih dalam semangat, saling kerja sama dalam hal Amar Ma’ruf dan bukan dalam Kemungkaran,” ujar Rifai.
“Skema yang ditampilkan menurutnya kader terbaik bangsa, dan mereka layak menjadi calon masa depan,” sambungnya.
Ia berharap di Kalimantan nantinya akan melahirkan pemuda yang benar-benar negarawan sejati, bukan berkiblat pada iming- iming janji yang bakal merusak tatanan rumah besar kita.
“Lembata siap hadir dan memberikan hak suara tanpa ada intervensi siapapun, merawat demokrasi itu penting, karena dengan demokrasi perjalan organisasi seberat dan serumit apapun jelas berjalan bila bersama-sama,” pungkasnya. (Faidin)






