Pasukan Merah Kutuk Keras Ucapan Edy Mulyadi

ENEWSINDONESIA.COM, Berau – Sejumlah warga Kalimantan Timur (Kaltim) dengan berbagai latar kelompok mempersoalkan ucapan Edy Mulyadi yang diduga melakukan penghinaan dengan menyebut ‘tempat buang jin’. Mereka meminta Edy segera ditangkap dan dipenjarakan.

Serdaduuq Adat Regatn Tatau Pasukan Merah Kabupaten Berau menyatakan sikap terkait pernyataan Edy Mulayadi yang viral di media sosial tersebut.

banner 728x250      
 

“Kepada Edy Mulyadi  bahwa kami orang Kalimantan mengutuk keras atas ucapan anda yang menyebutkan Kalimantan tempat pembuangan  anak jin dan hanya monyet yang tinggal di Kalimantan,” ujar Panglima Muda Dedi Tholan.

Sementara itu, Muslimin H.B selaku Sekjend Serdaduuq Tatau Pasukan Merah, Kabupaten Berau, menyatakan bahwa mereka  mengutuk keras atas ucapan tersebut.

“Kami menutuk keras ucapan anda yang menyebutkan Kalimantan tempat membuang anak jin dan hanya monyet yang tinggal di Kalimantan. Kami meminta pertanggung jawaban anda dan kami meminta kepada Polda Kaltim  untuk menghadirkan Edi Mulyadi ke tanah adat Kalimantan untuk dilakukan hukum adat dan hukum negara Republik Indonesia,” tegas Muslimin.

“Kalimantan bukan tempat pembuangan para jin, Kalimantan bukan tempat monyet yang disampaikan oleh Edy Mulyadi beserta rekannya  di Video viral yang beredar dimana-mana. Hati ini rasanya dicabik- cabik, Kami orang Kalimantan mengutuk keras Anda Edy Mulyadi beserta rekannya itu,” lanjutnya.

Muslimin menambahkan, jika permintaannya tersebut tidak diindahkan oleh pemerintah dan kepolisian mereka akan menggalang kekuatan untuk menuntut Edy Mulyadi  ini bersama lembaga-lembaga yang berdiri di tanah Kalimantan.

Sementara itu, Edy Mulyadi meminta maaf atas ucapannya berkaitan dengan pernyataan Kalimantan sebagai tempat jin membuang anak. Dia mengaku pernyataan itu sebetulnya untuk menggambarkan lokasi yang jauh.

Permintaan maaf itu disampaikan oleh Edy melalui akun YouTubenya BANG EDY CHANNEL. Dalam video klarifikasi itu, dia awalnya menyinggung kembali pernyataannya.

“Kalimatnya gini lengkapnya ‘kita ini punya tempat bagus mahal di Jakarta, tiba-tiba kita jual kita pindah tempat ke tempat jin buang anak’, kalimatnya kurang-lebih gitu, ‘lalu kita pindah ke tempat jin buang anak’,” kata Edy melalui channel YouTubenya, Senin (24/1/2022).

“Di Jakarta, tempat jin buang anak itu untuk menggambarkan tempat yang jauh, jangankan Kalimantan, istilah kita mohon maaf ya, Monas itu dulu tempat jin buang anak, BSD, Balai Serpong Damai itu tahun 80-90-an itu tempat jin buang anak, jadi istilah biasa,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Edy Mulyadi menduga memang ada pihak yang sengaja memainkan isu yang diucapkannya itu. Bagaimanapun, dia mengakui tetap meminta maaf terkait pernyataannya.

“Tapi temen-temen saya nggak tahu dengan motif apa segala macam ada yang berusaha memainkan isu ini, tapi meski demikian saya ingin sampaikan bahwa saya minta maaf itu benar-benar bukan masalah, saya akan minta maaf, itu mau dianggap salah atau tidak salah saya minta maaf,” ujarnya.

Bustan Efendi

banner 728x250   banner 728x250   banner 728x250  
Editor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan